News Video
Istri Mujimin Meninggal Usai Minum Ramuan Obat Herbal
Seorang veteran tua di Jalan Benteng Kecamatan Medan Labuhan harus rela kehilangan sang istri tercinta setelah meminum ramuan obat yang didapatnya..
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra |
Istri Mujimin Meninggal Usai Minum Ramuan Obat Herbal
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang veteran tua di Jalan Benteng Kecamatan Medan Labuhan harus rela kehilangan sang istri tercinta setelah meminum ramuan obat yang didapatnya dari salah informasi di media sosial.
Veteran tua tersebut, Mujimin (81) menceritakan awalnya sang istri Ani S (74) memiliki penyakit benjolan di bagian dada sebelah kanan.
"Saya membawa istri saya berobat ke rumah sakit. Namun, kata pihak rumah sakit tidak bisa di operasi, karena benjolannya sudah pecah dan ada luka. Jadi harus ditunggu kering dulu," ujarnya Kepada Tribun Medan, Selasa (11/1/2022).
Selepas itu, dirinya kemudian membaca sebuah informasi di media sosial terkait obat herbal yang mampu mengobati beberapa penyakit.
Tanpa pikir panjang, Mujimin kemudian menghubungi nomor tersebut untuk memesan obat sejenis Akar Bajakah. Mujimin pun bertemu dengan pria berinisial P dan menyerahkan obat tersebut.
"Katanya diminum 3 kali sehari. Saya suruh lah istri saya untuk meminumnya," terangnya.
Sebulan kemudian, sang istri tidak mengalami reaksi apapun. Bahkan, lebih diperparah karena sang istri dadanya semakin sesak dan mulut sulit untuk dibuka.
"Saya larikan ke rumah sakit Putri Hijau, lalu tak lama kemudian istri saya sudah lewat (meninggal dunia)," terangnya.
Mujimin kemudian mencoba untuk meminta pertanggung jawaban dari pemilik dari obat herbal tersebut. Namun, pihak dari obat herbal tersebut malah kabur.
"Saya dapat informasi dari rekan saya, efek samping dari Akar Bajakah itu kalau sering di konsumsi bisa lari ke Jantung. Bayangkan lah selama sebulan, udah berapa puluh kali istri saya meminum itu," ungkapnya.
Ia pun sempat melaporkan hal tersebut ke Polsek Medan Labuhan, namun karena tidak ada alamat dari iklan tersebut.
"Saya sudah datangi Polsek Medan Labuhan. Tapi karena enggak ada alamat, jadi kata mereka susah ini. Tapi laporan saya itu hanya di catat mereka saja," terangnya.
Ia pun berharap agar pihak dari obat herbal tersebut bertanggung jawab atas rangkaian obat yang diberikannya.
(Cr7/Tribun-Medan.com)