Breaking News:

News Video

Harga Daging Ayam Masih Tembus Rp 40 Ribuan per Kg, Disperindag Sumut: Kurang Pasokan Dari Produsen

Masih tingginya harga daging ayam di Sumatera Utara turut meresahkan banyak kalangan pedagang dalam beberapa hari terakhir ini.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ade Saputra

Harga Daging Ayam Masih Tembus Rp 40 Ribuan per Kg, Disperindag Sumut: Kurang Pasokan Dari Produsen

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masih tingginya harga daging ayam di Sumatera Utara turut meresahkan banyak kalangan pedagang dalam beberapa hari terakhir ini.

Pedagang ayam di Pasar Peringgan Medan, Lis mengungkapkan penjualan mengalami anjlok bahkan dirinya turut mengalami kerugian lantaran menurunnya daya beli masyarakat.

"Sekarang harga ayam Rp43 ribu biasanya cuma Rp35 ribu itupun paling mahal. Sepi kali lah, merugi pun kita karena kan harus bayar lapak lagi tapi ayam masih mahal. Ini aja potong 10 ayam baru laku tiga, padahal biasanya," ungkap Lis.

Saat dikonfirmasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut membenarkan adanya kenaikan yang cukup signifikan.

"Memang saat ini lagi meningkat. Banyak daerah seperti Binjai sudah telepon ini mengenai masalah daging ayam. Namun kita saat ini masih fokus dengan operasi pasar minyak goreng. Jika nanti harga daging ini semakin meningkat, akan kita tindaklanjuti," ungkap Kabid Perdagangan Dalam Negeri PDN Disperindag Sumut Barita Sihite, Kamis (13/1/2022).

Adapun daging ayam di Sumut masih berada di harga Rp37 ribu per kg untuk kota Indeks Harga Konsumen (IHK).

Untuk harga daging ayam, Kabupaten Tapanuli Selatan mematok harga tertinggi seharga Rp45 ribu per kg, sedangkan harga terendah berada di Tebing Tinggi seharga Rp31 ribu per kg.

Sementara itu, untuk rata-rata pasar di kota Medan berkisar seharga Rp38 ribu-Rp43 ribu per kg.

Dijelaskan Barita, meroketnya harga daging ayam ini lantaran adanya kendala dalam pasokan ke pasar-pasar.

"Kalau kita lihat ini karena masih terkait kurangnya pasokan dari produsen sejak awak tahun 2022," ujarnya.

Barita menyebutkan jika pemasok daging ayam terbesar sejauh ini berasal dari Langkat, Sergai, dan Binjai.

"Nah kurangnya pasokan ini karena rata-rata stok habis di masa Natal dan tahun baru yang konsumsinya tinggi. Kalau saat itu memang harganya tidak naik signifikan, tapi saat ini memang sudah dirasa ada kenaikan," tutur Barita.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved