Breaking News:

Dinas Pendidikan Panggil Kepala SMP Negeri 28 Medan, Ini Penjelasan Kadisdik

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar menuturkan kedua oknum guru tersebut telah diberikan peringatan. 

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
HO
Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga datangi SMP Negeri 28 Medan di Jalan Karya Wisata Kecamatan Medan Johor, Selasa (11/1/2022).   

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Pendidikan Kota Medan telah memanggil Kepala SMP Negeri 28 Medan terkait penghinaan yang dilakukan dua oknum guru terhadap. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar menuturkan kedua oknum guru tersebut telah diberikan peringatan. 

Baca juga: Uskup India Dibebaskan dari Kasus Pemerkosaan Biarawati, Suster Lucy akan Berjuang Sampai Mati

"Tadi kita bertemu, kedua oknum guru tersebut sudah kita berikan peringatan dan mereka juga mengaku sudah menyesali perbuatannya," ujar Laksamana, Jumat (14/1/2022). 

Laksamana juga mengaku kedunya telah menandatangani surat perjanjian untuk tidak melakukan hal yang serupa. 

Jika keduanya melakukan hal serupa, Laksamana mengatakan akan dilakukan tindakan sesuai dengan yang peraturan yang berlaku. 

"Tadi kita sudah minta mereka untuk menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi hal serupa," katanya. 

Laksamana mengimbau agar guru-guru lainnya tidak melakukan hal yang sama dengan yang telah dilakukan oleh kedua oknum guru SMP Negeri 28 Medan

"Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk guru-guru lainnya. Di mana selain tentang pelajaran sekolah guru juga harus mengajarkan sikap dan etika kepada murid," pungkasnya. 

Sebelumnya, Indah Pratiwi, siswi SMPN 28 Kecamatan Medan Johor yang di hina oknum guru di sekolahnya ini angkat bicara, Rabu (12/2/2022).

Menurut Indah oknum gurunya yang menghina tersebut berawal dari dirinya yang belum membayar uang buku dan uang sekolah.

Baca juga: Kapolda Sumut Tinjau Vaksinasi Merdeka Anak Usia Dini di Asahan

"Jadi itu kejadiannya sudah berulang, waktu itu berawal saya belum bayar uang sekolah dan uang buku, ketika di ruangan kelas saya mengobrol sebentar dengan teman, lalu tiba tiba saya dilempar dan di katain udah miskin bodoh mau jadi apa,"cerita siswi kelas III SMP ini.

Namun kejadian tersebut saat disampaikan Indah kepada sang kakak, dan orang tua asuhnya masih merespon dengan sikap bijak.

Indah juga mengaku bahwa persoalan ini sudah ditengahi oleh Wakil DPRD Kota Medan namun usai dari pertemuan sang guru kembali memarahi dirinya.

(cr14/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved