Breaking News:

News Video

Soal Kasus Tipikor yang Menjerat Juara Pangaribuan, Kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah

Soal kasus yang menjerat Juara Pangaribuan, Kacabjari Porsea, Zefri Simamora menjelaskan keruagian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ade Saputra

Soal Kasus Tipikor yang Menjerat Juara Pangaribuan, Kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Soal kasus yang menjerat Juara Pangaribuan, Kacabjari Porsea, Zefri Simamora menjelaskan keruagian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Ia juga menjelaskan, terpidana terjerat kasus korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Sarana Air Minum di Sibisa (DAK) Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir senilai Rp 1.870.000.000, terpidana JP menyerahkan (men-sub kontrak) seluruh pekerjaan kepada TS (DPO).

Ia sebutkan, berdasarkan perhitungan kerugian Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan Negara (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp. 519.584.436,41 yang telah dibayarkan ke Kas Negara.

“Terhadap kerugian negara dari anggaran Rp 1,8 Miliar untuk pengadaan tersebut, kerugian negara sebesar Rp. 519.584.436,4. Dan kerugian negara tersebut sebenarnya sudah dikembalikan dari penanganan perkara sebelum bapak ini ditangani,” terangnya.

Ternyata, dalam kasus tersebut, ada 5 tersangka. Tiga diantaranya sudah menjalani hukuman: DRS, GN dan AM yang sudah menjalani hukuman.

Diketahui bahwa terpidana Juara Pangaribuan ditetapkan sebagai DPO sejak 31 Juli 2018 dan selama pelariannya, terpidana Juara Pangaribuan berada di Medan dan Tanjung Morawa membuka usaha doorsmer. Sebelumnya, jaksa menuntut terpidana 4 tahun penjara dan divonis hakim Pengadilan Tipikor 1,6 tahun.

Juara Pangaribuan berhasil diamankan Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut dan TS yang saat ini masih DPO diharapkan segera menyerahkan diri untuk menjalani putusan MA.

“Ada dua lagi yang belum yang belum terpidana, bapak ini (Juara Pangaribuan) dan Tumpal Situmorang. Jadi, tinggal 1 lagi yang belum tertangkap,” ujar Zefri Pandapotan Simamora saat berada di Kantor Kejari Toba Samosir pada Kamis (13/1/2022) malam.

Setelah dijemput dari Kejatisu, Juara Pangaribuan akan menjalani masa tahanan di Rutan Balige.

“Sehingga atas petunjuk Pak Kajari, tahanan ini akan dimasukkan di Rutan Balige,” sambungnya.

Selanjutnya, ia mengutarakan kronologi penetapan Juara Pangaribuan sebagai DPO.

“Ketika persidangan, bapak ini selalu menghadiri panggilan. Namun setelah selesai upaya hukum, karena ini sampai juga ke Mahkamah Agung, kasasi juga. Nah, setelah selesai kasasi, bapak ini dipanggil tiga kali secara berturut-turut tidak mengindahkan panggilan. Lalu dilakukan pencarian, dan pencarian tersebut tidak menghasilkan apa-apa,” terangnya.

“Kemudian oleh tim terdahulu diterbitkan DPO dan dimintai monitoring ke pihak pencari DPO yang tidak kooperatif menyerahkan diri. Dia ditangkap di kediaman beliau sekaligus usaha beliau di Tanjung Morawa,” pungkasnya.

(cr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved