Seorang Peserta Seleksi P3K Guru Lulus di Simalungun, Padahal Sudah 5 Tahun Non-Aktif Mengajar

Dugaan manipulasi ini terjadi di SD Negeri 094121 Hutaparik, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi/ist/tribun
ilustrasi ASN 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN -  

Seorang kepala sekolah di Simalungun berinisial BS diduga memanipulasi data Dapodik untuk melancarkan putrinya mengikuti Seleksi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K) Guru Tahun 2021 yang dilaksanakan Pemkab Simalungun.

Pada seleksi P3K guru tersebut, putrinya lulus di sekolah yang dipimpin orangtuanya.

Berdasarkan informasi yang diterima Awak media Tribun Medan, dugaan manipulasi ini terjadi di SD Negeri 094121 Hutaparik, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

“Jadi putrinya sudah tidak aktif lagi mengajar selama 5 tahun. Sekitar di bawah tahun 2016 putrinya sudah berhenti mengajar karena hamil dan fokus mengurus keluarga,” ujar salah seorang guru kepada Tribun Medan, Selasa (18/1/2022) siang.

Guru tersebut mengatakan, putri dari kepala sekolah berinisial YDA itu seharusnya tak bisa mengikuti Seleksi P3K guru yang dilaksanakan Pemkab Simalungun Tahun 2021.

Sebab berdasarkan SE Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud No. 1460/B.B1/GT.02.1/2021 tanggal 15 Maret 2021 mempersyaratkan peserta seleksi adalah guru honorer yang masih aktif.

Selain itu peserta juga terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud.

“Padahal persyaratan untuk P3K adalah guru yang aktif mengajar, bang,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, YDA enggan menjawab pesan yang dilayangkan reporter Tribun Medan.

Pelaksana tugas Kepala Bidang Sekolah Dasar (Plt Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Sahmantua Sidabalok menjelaskan peserta Seleksi P3K adalah yang terdaftar di Dapodik.

“Kriterianya yang punya masa kerja di atas 2 tahun. Jadi kalau aktif ini pun harus kita uraikan, mungkin bisa saja dapat di lapangan dia (guru) tidak pernah masuk tapi masih terdaftar di Dapodik. Makanya perlu kita sosialisasikan ke kepala sekolah untuk hati-hati. Kapan gurunya direkrut dan kapan keluarnya,” kata Sidabalok.

Sahmantua pun mengarahkan agar kasus ini dikonfirmasi ke Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK).

“Mungkin orang Lae bisa langsung ke PTK-nya ya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun Zocson Midian Silalahi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi di lapangan.

Ia sendiri mengaku baru mengetahui kabar tersebut setelah dilantik sebagai kepala dinas mulai 5 Januari 2021.

“Nanti kita tindak lanjuti ya, karena saya juga baru (menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun),” ujar pria yang sebelumnya menjabat Camat Hatonduhan ini.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved