News Video

Gaji Tukang Bangunan Proyek Pemerintah Sendat, Bembeng: Saya Berharap Gaji Kami Cepat Dikeluarkan

Sudah 2 pekan pria warga Jalan Limau Manis tidak bekerja dikarenakan tersendatnya pembayaran gajinya yang mengerjakan kantor kelurahan di Jalan Garu 3

Tayang:
Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di rumah kontrakan yang berukuran 3 meter kali 7 meter, Bambang Syahputra alias Bembeng (38), menjadi tempat bermukim ia bersama istri dan 7 anaknya.

Sudah dua pekan pria warga Jalan Limau Manis, Desa Medan Selembah, Gang Harapan, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, tidak bekerja dikarenakan tersendatnya pembayaran gajinya yang mengerjakan kantor kelurahan di Jalan Garu 3 Medan.

Segala upaya sudah dilakukan pria berkulit sawo matang ini. Untuk meminta gajinya dibayar, ia rela berulangkali meminjam uang ke tetangga untuk membeli bensin eceran agar sampai ke tempat kerjanya.

Namun bukan buah manis yang didapatnya melainkan kata sabar yang harus dibawanya pulang.

Sementara kehidupan dan biaya rumah tangga terus keluar hingga ia tak mampu mengatasinya.

Genap 2 pekan, pria rambut panjang ini hanya bisa duduk diam di rumah kontrakan yang ditumpanginya.

Untuk keperluan makan sehari-hari, ia terpaksa mengasih makan anak istrinya dengan tanaman liar yang tumbuh di kampung tempat ia tinggal.

"Selama nganggur ini ya saya cari lauk merambah tanaman liar. Ada di bawah sana kayak parit gitu dan tumbuh kangkung liar, itu lah yang saya bawa pulang. Kalau tidak ada kangkung yang bisa di panen, saya cari ubi liar yang tidak ada pemiliknya. Kalau daunnya banyak bisa disayur. Kalau ada ubi ya itu digoreng dijadikan pengganti ikan," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (18/1/2022).

Saat ditemui, Bembeng terlihat sedang memberikan makan kepada dua putrinya. Untuk lauk, di piring plastik yang berwarna hijau hanya terdapat dua potong tempe goreng.

Tak semua anaknya suka dengan lauk yang seadanya. Namun Bembeng terlihat berusaha meyakini kalau lauk itu enak.

Mendengar keyakinan orang tuanya, kedua putrinya juga menyantapnya. Meski beberapa kali sang putri hanya meminta disuap nasi putih saja.

Diberitakan sebelumnya, Bembeng menceritakan bahwa dirinya bekerja dibawa salah satu mandor bernama Didit.

Ia ditawarkan kerja untuk membangun bangunan di kantor kelurahan, pada awal Desember 2021 lalu.

Pembayaran gaji di awal pekan pertama sampai ke tiga berjalan lancar. Namun di pekan ke empat, sampai di bulan Januari 2022, ia tidak lagi mendapat gajinya.

"Kalau awal-awal memang lancar, gajian setiap Sabtu. Tapi di Minggu ke-4 Desember sampai di Minggu pertama di bulan Januari, tidak keluar. Kalau ditotal gaji saya Rp 1juta 960 ribu. Lalu saya dapat pinjaman Rp 450 ribu. Sisanya Rp 1,5 juta lagi yang belum keluar," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved