Baskami Tekankan Upaya Preventif Hindari Predator Seks dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak
Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting menekankan pentingnya upaya preventif dalam menghadapi kejahatan 'predator seks
TRIBUN-MEDAN.COM, SUMUT - Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting menekankan pentingnya upaya preventif dalam menghadapi kejahatan 'predator seks' dan kekerasan seksual terhadap anak dari berbagai pihak.
Baskami mengungkapkan, maraknya kasus predator seks yang menimpa anak di bawah umur, pada sejumlah wilayah di tanah air, menyita perhatian semua pihak.
"Anak-anak kita harus dilindungi karena itulah masa depan bangsa. Maka saya kira kita harus kaji benar dan lakukan sesegera mungkin, upaya kejahatan seksual ini jangan terjadi, khususnya Sumatera Utara," katanya, Kamis (20/1/2022).
Baskami mengatakan, tanggung jawab ini juga diemban pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) .
Menurutnya, dinas tersebut tak hanya melakukan upaya pendampingan pada korban kekerasan seksual, melainkan harus menemukan formula untuk tindakan pencegahan agar kejahatan itu tak terjadi.
"Saya kira DP3A bersama dinas terkait lainnya serta aparat harus benar-benar melakukan sosialisasi kejahatan seksual ini. Kita juga harus kuatkan pendidikan moral beserta budi pekerti," imbuhnya.
Baskami menilai, kecenderungan setiap orang dapat berpotensi melakukan tindakan pelecehan tersebut, sehingga perlunya edukasi dan pemahaman.
"Perlu diberikan pencerahan terkait pelecehan dalam bentuk apa saja, agar wawasan dan pemahaman yang benar kepada masyarakat," jelasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan ini, mengatakan, DPRD Sumut sampai saat ini juga telah melakukan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang perlindungan perempuan dan anak.
"Kita juga menggandeng dinas terkait dalam melakukan penyuluhan terkait perda itu, bagaimana bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, bagaimana tindakan pertama saat menemukan aksi pelecehan dan sikap kepada korban," ungkapnya.
Dikatakannya, upaya tersebut harus didorong secara massif sehingga pesannya sampai ke lingkup keluarga terkecil.
"Bagaimanapun tindakan preventif akan lebih baik daripada kita melakukan tindakan kuratif maupun rehabilitatif kepada korban, bilamana kejahatan itu telah terjadi," jelasnya.
Baskami juga menekankan peran sentral para orangtua dalam melakukan pengawasan serta memberikan pemahaman kepada anak.
"Orangtua juga berperan penting memberikan edukasi. Sehingga anak-anak kita mengerti betul dan dapat menghindari orang-orang yang dicurigai bisa berpotensi besar melakukan kejahatan itu," jelasnya.
Ia juga mengingatkan, agar semua pihak berwenang tak alpa dalam melakukan pendampingan para korban kekerasan seksual di bawah umur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ddsssjjkk.jpg)