Belajar Cupping Coffee Bersama Hotel Santika Medan, Ternyata Begini Cara Nikmati Kopi yang Mantap

Hotel Santika Premiere Dyandra Medan turut menyelenggarakan workshop mengenai seluk beluk kopi kepada mahasiswa dan komunitas barista di Kota Medan.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
Peserta sharing knowledge saat mengikuti sesi Cupping Coffee di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Kamis (20/1/2022).       

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Coffee Shop kini semakin menjamur di Kota Medan dengan beragam inovasi menu kopi yang banyak digemari anak muda. 

Melihat hal ini, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan turut menyelenggarakan workshop mengenai seluk beluk kopi kepada mahasiswa dan komunitas barista di Kota Medan, Kamis (20/1/2022).

"Di sini kita lakukan sharing knowledge. Kita ada undang beberapa mahasiswa dan komunitas barista di Kota Medan untuk datang dan tidak dipungut biaya," ungkap FB Director Santika Premiere Dyandra Medan Krisna Widarta.

Baca juga: Aksi Sule Jadi Sorotan Parodikan Arteria Dahlan Berbahasa Sunda, Suami Nathalie Sampai Ketawa

"Kita juga ingin memperkenalkan standar kopi di Santika dan juga ingin memberikan pengetahuan dalam bidang barista," lanjutnya.

Sharing knowledge mengenai dunia barista ini turut langsung Corporate Barista Santika Indonesia Hotels & Resorts, Felicia. 

Dalam sharing knowledge selama 30 menit ini, Felicia menjelaskan mulai dari asal usul kopi hingga bagaimana kopi tersebut disajikan.

"Untuk hari ini kita belajar basic mengenai roaster, sejarah kopi dan kita akan belajar juga mengenai Cupping," ujarnya.

Para peserta tampak begitu semangat saat mengikuti praktek Cupping Time.

Tiap peserta dibagi dalam tiga kelompok dan mereka diberi kesempatan untuk belajar teknik menghirup aroma kopi terutama untuk menentukan cita rasa dan kualitas.

Dalam sesi Cupping Time ini, Felicia ingin para peserta memiliki sensitivitas penciuman terhadap kopi.

Bahkan, ia mengatakan bahwa nikmatnya sajian kopi sebagian besar berasal dari aroma.

Baca juga: Korupsi Miliaran Rupiah, Guntur Diserahkan Polisi ke Kejari Medan

"80 persen ini menggunakan indera penciuman dan 20 persen itu berasal dari rasa dan sebagai mengiyakan pendapat kita dari hasil Indra penciuman. Jadi kita harap peserta dapat fokus dari aromanya," ucap Felicia.

Saat melakukan sesi menebak aroma kopi, tampak para peserta begitu antusias untuk berkonsentrasi menentukan aroma-aroma kopi yang memiliki jenis ataupun karakteristik yang berbeda.

"Dari acara ini saya banyak belajar mengenai kopi bahwa kopi ini tak hanya sekadar pahit saja namun memiliki banyak belajar juga mengenai roasting ataupun seputar dunia barista.

Kita harap kegiatan ini dapat sering dilakukan," pungkas seorang peserta sharing knowledge.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved