Pantai Mangrove Sergai Tawarkan Wisata Edukasi Konservasi

jajaran pohon bakau bisa Anda nikmati di pinggiran pantai desa tersebut, hingga menjadi salah satu tujuan wisata

Editor: Eti Wahyuni
Pantai Mangrove Sergai Tawarkan Wisata Edukasi Konservasi - Pantai-Mangrove-2.jpg
Tribun Medan
Jejeran pohon bakau di Pantai Mangrove.
Pantai Mangrove Sergai Tawarkan Wisata Edukasi Konservasi - Pantai-Mangrove-1.jpg
Tribun Medan
View lautan lepas di Pantai Mangrove.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Habitat mangrove menjadi indikator paling penting sebuah upaya pelestarian lingkungan dalam sebuah ekosistem pinggiran laut. Mangrove memiliki manfaat terhadap keberlangsungan hidup makhluk di lingkungannya. Ada banyak jenis satwa bahkan termasuk manusia yang sangat bergantung pada eksistensi hutan bakau.

Melihat betapa pentingnya sebuah pelestarian mangrove, mendorong Sutrisno alias Tris Zamansyah dan rekan-rekannya melakukan penanaman beragam jenis tanaman mangrove di pinggiran pantai di Desa Sei Nagalawan, Serdang Bedagai.

Ia melakukan upaya ini sejak belasan tahun silam. Kini, jajaran pohon bakau bisa Anda nikmati di pinggiran pantai desa tersebut, hingga menjadi salah satu tujuan wisata bertajuk Pantai Mangrove.

Bukan hanya menawarkan jejeran bakau, ada banyak atraksi yang bisa Anda nikmati di sini. Pengelola memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati. Untuk atraksi alam, view lautan lepas tentu saja menjadi daya tarik yang paling utama. Namun untuk mencapai tempat ini harus melalui sebuah tantangan kecil.

Baca juga: Wisata 3 Hari 2 Malam di Tangkahan dan Bukit Lawang, Rekomendasi Liburan Akhir Pekan Bersama Alam

Melewati pintu gerbang pantai, ada alur dangkal yang pinggirannya tertata pohon bakau. Saat surut air di alur ini hanya setinggi lutut orang dewasa. Alur ini juga menjadi arena mandi anak. Airnya sedikit berlumpur khas Pantai Timur dan bersifat payau. Lebarnya kurang lebih 10 meter. Setelah menyeberangi alur ini, ada benteng pasir putih yang harus Anda daki untuk mencapai tujuan utama.

Setelah itu, Anda akan disuguhi hamparan pasir putih bersih dengan view laut lepas yang sungguh eksotis. Ada beberapa spot foto yang bisa dimanfaatkan. Terdapat juga sejumlah kursi pantai untuk sekedar bersantai. Sementara rombongan burung-burung camar juga menjadi “paket” yang sungguh membuat tampilan pantai ini sempurna adanya.

Anda bisa melakukan banyak aktivitas di sini, bermain pasir, bercengkerama bersama air laut ditemani hempasan gelombang laut, mencari satwa laut berupa kerang-kerangan, atau cukup lah berdiri menatap lautan lepas sembari berzikir betapa Tuhan kuasa atas segala sesuatu.

Jika Anda sungkan untuk sedikit berbasah menyeberangi alur, jangan khawatir, masih banyak fasilitas yang bisa Anda nikmati. Rebahan di pondok sambil menikmati hidangan. Ada berbagai macam kuliner yang bisa dinikmati. Mulai olahan ikan, cumi, kepiting atau udang bisa dipesan. Atau jika Anda lebih suka mengolahnya sendiri bisa juga membeli mentahnya. Kesegarannya dijamin, karena sumber pengambilannya ada di sini.

Anda yang juga terbiasa minum kopi, ada juga coffeeshop yang menawarkan kopi premium. Cofeeshop juga dilengkapi fasilitas karaoke.

Ingin tantangan lain, jangan khawatir, masih ada lagi. Motor ATP siap menjadi pilihan aktivitas lainnya. Arena permainan ATP ini berada di bawah pohon cemara yang rindang. Cukup dengan tarif Rp 20 ribu Anda berhak menggunakan motor APT berkapasitas dua orang untuk dua kali putaran. Seru? Tentu saja ya.

Ibadah, sebaiknya jangan dilewatkan sekali pun Anda sedang berlibur. Nah, pengelola menyediakan musala lengkap dengan tempat berwudhu. Musala berupa bangunan panggung dengan alur bakau di bawahnya. Terdapat juga belasan toilet yang bisa dimanfaatkan.

Pantai Mangrove menawarkan tarif sangat ramah di kantong. Biaya masuk dikenakan Rp 10 ribu per orang sedangkan parkir mobil Rp 15 ribu per unit, dan toliet Rp 2.000. Untuk pondok bervariasi, mulai Rp 50 ribu, Rp 60 ribu, hingga Rp 70 ribu. Tersedia juga penginapan bagi Anda yang ingin berlama-lama di sini. Sedangkan untuk berbagai beragam fasilitas spot foto diberikan secara gratis.

Nah, tunggu apalagi. Segera manfaatkan waktu luang Anda untuk datang dan berwisata ini Pantai Mangrove Serdang Bedagai.  

Usung Konsep Konservasi dan Edukasi

Pengelolaan wisata Pantai Mangrove telah dilakukan sejak belasan tahun silam, persisinya sekitar tahun 2004. Selanjutnya pada tahun 2009 dibuat Kelompok Konservasi Mangrove Muara Baimbai. Bambai sendiri berasal dari Bahasa Kalimantan, etnis mayoritas yang adi di kawasan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved