PRIA Ditemukan Tewas setelah Antarkan Bekal Makanan, Sempat Keluhkan Sakit di Dada

Pria yang diketahui bernama Mujirin (59) warga Dusun VIII meninggal dunia setelah memberikan bekal makanan kepada penggembala.

TRIBUN MEDAN/HO
Pria tewas setelah mengantarkan makanan 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Warga yang bertempat di perkebunan kelapa sawit tepatnya di Afdeling II, Blok 98 B, Dusun VIII, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, medadak heboh.

Pasalnya seorang pria yang diketahui bernama Mujirin (59) warga Dusun VIII, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, meninggal dunia setelah memberikan bekal makanan kepada pengembala sapi miliknya.

Peristiwa ini terjadi pada, Sabtu (29/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolres Serdangbedagai AKBP Ali Machfud melalui Kasubbag Humas Polres Sergai, AKP R Gultom mengatakan, tewasnya Mujirin diketahui pertama kali oleh warga bernama Adi yang hendak membeli sapi milik korban.

"Seorang warga bernama Adi beserta warga lainnya yang mengetahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dari hasil penyelidikan korban pergi sendirian ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan membawa bekal makanan yang akan diberikannya kepada orang yang mengembala sapi milik korban," ujar Gultom, Minggu (30/1/2022).

Sesampai dilokasi dan memberikan bekal makanan yang dibawa, saat itu korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian dadanya kepada si pengembala sapi.

"Tidak berapa lama kemudian korban beristirahat di TKP dan diketahui telah meninggal dunia. Korban selama ini diketahui menderita sakit jantung," ujar Gultom.

Setelah Mujirin diketahui meninggal dunia maka oleh warga sekitar, selanjutnya korban dibawa kerumah duka.

"Personel Inafis Polres Serdangbedagai beserta personel Unit Reskrim Polres Sergai melakukan pemeriksaan luar secara kasat mata. Dan tidak ada ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban," ujar Gultom.

"Berdasarkan keterangan dari istri dan anak korban bahwa selama ini korban menderita penyakit jantung dan secara rutin mendapatkan pengobatan," sambungnya.

Semasa hidupnya, korban tidak ada memiliki masalah atau perselisihan dengan orang lain. Kemudian atas permohonan dari keluarga korban agar jenazah korban tidak dilakukan otopsi.

"Pihak keluarga korban sepenuhnya dapat menerima atas meninggalnya korban disebabkan sakit yang selama ini dideritanya," tutup Kasubbag Humas Polres Sergai, AKP R Gultom.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved