Kesehatan
Jangan Anggap Remeh Omicron Mirip Flu, Gejala Batuk Kering, Pilek Sakit Kepala
Kelompok lansia dan komorbid, disarankan segera mendatangi layanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri sebelum menjadi fatal.
*Gejala Omicron Mirip Flu
TRIBUN-MEDAN.com-Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengingatkan, agar tak menganggap enteng flu, terutama pada lansia atau kelompok komorbid.
Kelompok lansia dan komorbid, disarankan segera mendatangi layanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri sebelum menjadi fatal.
Pasalnya, gejala Covid-19 varian Omicron mirip dengan sakit flu.
"Jangan terlalu menganggap enteng flu terutama kepada orang tua atau orang-orang dengan komorbid yang tidak terkendali atau penyakit bawaan yang tidak terkendali karena penyakit bawaan yang tidak terkendali itu akan menurunkan sistem pertahanan sistem imunitas tubuh, sehingga bisa terjadi pemburukan," tutur Erlina dalam kegiata virtual beberapa waktu lalu.
Dokter paru di RSUP Persahabatan ini mengatakan, gejala pada pasien Omicron hampir sama dengan flu.
Adapun gejala khas pada pasien Omicron adalah nyeri atau gatal pada tenggorokan.
Baca juga: NIKMATI MOMEN IMLEK, Pengunjung Ramaikan Dua Spot Foto Favorit di Riva Park Delipark Mal
Baca juga: CARA Mendapat Obat Gratis bagi Pasien Covid-19 Isoman, Berikut Link Akses Telemedisin dari Kemenkes
"Memang gejalanya mirip flu dan khas kalau flu itu jarang sakit tenggorokan, nyeri tenggorokan. Kalau pada Covid-19 sampai 60 persen rata-rata itu berhubungan dengan saluran nafas mulai dari gatal tenggorokan sampai nyeri," ungkap Erlina.
Setelah mengalami nyeri tenggorokan maka akan menjadi batuk kering disertai dengan hidung tersumbat atau pilek.
"Jadi memang mirip influenza dengan ada juga tambahannya nyeri kepala dan badannya lemas," kata dia.
Untuk itu, saat sedang flu memakai masker bersifat wajib.
Ia memaparkan, berdasarkan pengamatan pada 17 pasien probable Omicron dan Omicron di RSUP Persahabatan pasien mengalami gejala sebagai berikut:
batuk kering, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta demam.
Obat Covid-19
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati, Apt membenarkan saat ini terdapat dua obat Covid yang sedang dikembangkan, yakni Molnupiravir dan Paxlovid.
"Obat-obat ini sudah diuji klinik untuk Covid dan sudah mendapatkan EUA (izin penggunaan darurat), yang artinya efikasi dan manfaatnya sudah dievaluasi," ujar Zullies kepada Kompas.com, Jumat (21/1/2022), menerangkan obat yang disebutkan mantan Menkes Siti Fadilah Supari yang disebut dapat melawan infeksi varian Omicron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-musiman_wabah-virus-corona.jpg)