Outlook Bisnis Hotel Sulit Diprediksi, Buntut Merebaknya Kasus Omicron
Denny juga mengakui jika kasus Covid-19 kembali meningkat, ia khawatir akan turut berdampak ke bisnis perhotelan.
TRIBUN- MEDAN.com, MEDAN - Meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia membuat pelaku bisnis belum dapat memastikan perputaran ekonomi di tahun 2022 ini.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana mengakui bahwa kasus Covid-19 yang meningkat ini membuat dirinya baru bisa memprediksi perkembangan bisnis ekonomi pada pertengahan tahun.
"Saya belum bisa prediksi karena adanya peningkatkan Covid-19 lagi. Kita nggak tahu kondisi saat ini akan terjadi berapa lama kan meningkat terus yang katanya memuncak di akhir Februari. Kemudian di bulan empat sudah masuk puasa, kalaupun kita melihat outlooknya itu di semester kedua di pertengahan tahun 2022," ungkap Denny kepada Tribun Medan, Kamis (3/2/2022).
Tak dapat dipungkiri, Denny juga mengakui jika kasus Covid-19 kembali meningkat, ia khawatir akan turut berdampak ke bisnis perhotelan.
Baca juga: Jokowi Didampingi Sandiaga Uno ke Danau Toba, Nginap di Hotel Samosir Cottage
"Sekarang ini semua tergantung dengan meningkatnya kasus, kalau semakin tinggi tentu akan berdampak ke kita. Tapi kalau kita bisa menekan ini semua, Prokes bisa berjalan, vaksinasi juga gencar diikuti, mungkin bisa lebih terjaga," ujarnya.
Melihat hal ini, ternyata pihak PHRI juga telah bekerjasama dengan pihak Pemko Medan untuk menggencarkan pelaksanaan vaksinasi untuk para tamu hotel yang belum mendapatkan suntikan vaksin.
"Kita ada program dengan Pemko Medan untuk vaksinasi di hotel. Nah setiap weekend kita kerjasama dengan Dinkes, jadi ada 8 hotel di Medan nanti akan ada stand by petugas untuk vaksinasi tamu," jelasnya.
Ada pun delapan hotel yang tergabung untuk melakukan vaksinasi akhir pekan, diantaranya Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Harper Wahid Hasyim, Grand Mercure Medan Angkasa, Ibis Styles Medan Pattimura, Garuda Plaza, Karibia Boutique Hotel, Grand Inna Medan, dan Le Polonia Hotel.
Sementara itu, sepanjang tahun 2021, bisnis perhotelan mulai ada peningkatan pada bulan Oktober hingga Desember. Sehingga jika dirata-ratakan, persentase okupansi hotel berada di posisi 40-50 persen sepanjang tahun 2021.
"Masih turun naik kalau rata-ratanya. Waktu PPKM level 4 kita drop abis. Terus pas awal vaksinasi belum merata kita juga okupansinya masih di bawah 50 persen. Nah kita selepas PPKM mulai beranjak naik di bulan Oktober ke atas baru beranjak di atas 50 persen," ucapnya.
Okupansi Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat jika Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara mengalami peningkatan di penghujung tahun.
Ada pun per Desember 2021, TPK Hotel di Medan mencapai rata-rata 49,28 persen, atau naik 6,91 poin dibanding November 2021 sebesar 42,37 persen.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK Desember 2021 naik 8,26 poin dari 41,02 persen Desember 2020 menjadi 49,28 persen pada Desember 2021.
Koordinasi Fungsi Statistik Distribusi Dinar Butar-butar menyebutkan jika tingkat hunian tertinggi saat ini didominasi oleh hotel bintang lima dengan capaian 74,59 persen.