6 Festival Unik yang Dilakukan di India, Sering Ada di Film

Budaya India memiliki adat istiadat dan beragam tradisi unik, sebagian kecil masyarakat sampai saat ini selalu melakukan tradisi.

Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
HO
Ilustrasi perayaan festival India 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN –  Budaya dan tradisi India tidak pernah habis untuk di bahas, pasalnya negara ini memiliki berbagai keunikan, diantaranya festival yang wajib diikuti oleh umat India.

Budaya India memiliki adat istiadat dan beragam tradisi unik.

Sebagian kecil masyarakat sampai saat ini selalu melakukan tradisi sebagai bentuk melestarikan budaya.

Tribuners tidak perlu jauh ke India, untuk melihat berbagai tradisi yang unik ini karena di Sumatera Utara juga sudah ada.

Baca juga: Ini 8 Artis India Terkaya dengan Harta Terbesar & Bayaran Termahal, Ada yang Rp3 Triliun per Proyek

Gorehabba, perang kotoran sapi di Gummatapura untuk mengakhiri Diwali
Gorehabba, perang kotoran sapi di Gummatapura untuk mengakhiri Diwali (AFP/epost-robot)

Berikut festival unik dalam merayakan kemeriahan yang sering ada di Film India

1. Diwali

Festival cahaya sering disebut dengan Diwali atau Deepavali termasuk dalam festival popular di India, tradisi ini sebagai tanda dari kemenangan terang atas gelap di India.

Festival ini sebagai perayaan dalam memperingati kembalinya Raja Ayodha Rama, istrinya Sita, dan anaknya Laksamana ke Ayodhya setelah mengalahkan Rahwana.

Hal ini yang membuat Diwali dikenal sebagai festival cahaya, Tribuners yang merayakannya biasanya menyalakan sumber cahaya seperti lampion, lentera, lilin hingga kembang api.

Berdasarkan kalender Hindu bulan “Ashwayuja”, perayaan ini biasanya dirayakan pada bulan Oktober atau November sebagai bentuk rasa syukur dalam membawa kelimpahan dalam hidup dan memberikan kelimpahan dalam kebaikan.

2. Thaipusam (Thaipoosam)

Thaipusam merupakan festival yang dirayakan oleh orang-orang Tamil pada bulan purnama pertama pada bulan Thai (Januari/Februari) dalam kalender Tamil.

Festival ini sebagai perayaan untuk menghormati Dewa Subramaniam atau Dewa Murugan, sang penakluk kejahatan yang mencerminkan kebaikan, usia muda, dan kekuatan.

Biasanya perayaannya berlangsung selama dua hari, saat malam hari prosesi kereta yang membawa patung Dewa Murugan dari Sri Thendayuthapani Temple di Tank Road menuju Layan Sithi Vinayagar Templedi Keong Saik Road.

Saat upacara Thaipusam warga Hindu  membawa periuk berisi susu dan kayu kavadi (perlengkapan upacara sebagai pengorbanan diri dalam agama Hindu), sebagian menusuk lidah dengan tusukan dan membawa kavadi kayu berhias bunga dan bulu merak di bahu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved