Dengar Mantan Suami Nikahi Selingkuhan, Mantan Istri Sewa Alat Berat Robohkan Rumah Bersama
Sudarmi bahkan mengawal aksi pembongkaran rumah yang berada di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo hingga dua hari.
Sebulan berstatus sebagai anda, Sudarmi mendengar kabar bahwa suaminya akan menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, Sudarmi pun bertindak.
Ia spontan mengerahkan masa dan ingin menghancurkan rumah yang dulu ia tempati bersama sang suami.
Terkait alasannya membongkar rumah, Sudarmi angkat bicara.
"Ini kan tanahnya orangtua. Lah Kita kan udah berpisah. Sama-sama tidak memiliki lah, Saya penginnya sama-sama tidak memiliki. Di sana (mantan suami) tidak punya, Saya juga tidak punya," ujar Sudarmi dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan iNews pada Kamis (3/2/2022).
Lebih lanjut, Sudarmi menyebut rumah tersebut sebagian besar dibiayai oleh keluarganya.
"Yang bangun ya sebagian besar dari keluarga Saya. Suami Saya juga di sini ada andilnya, cuma lebih besar keluarga Saya," akui Sudarmi.
Selama proses pembongkaran rumah, tak terlihat sosok Purwanto. Aksi Sudarmi tersebut dikawal pihak kepolisian.
Kasus Serupa
Aksi istri membongkar rumah lantaran suaminya selingkuh juga pernah terjadi dua tahun lalu.
Penghancuran rumah yang dibangun dari jerih payah suami atau istri jadi TKI setelah pasangannya terungkap berselingkuh seakan menjadi tren di wilayah Jawa.
Sebelumnya, suami TKI di Korea Selatan menghancur rumah yang dibangun dari jerih payahnya setelah istrinya selingkuh, kali ini kebalikannya.
Istri yang tak terima suaminya yang tinggal di desanya selingkuh, akhirnya menghancurkan rumah mereka di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2020).
Soini (40) istri dari Soiran warga Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur nekat merobohkan rumah beton yang dibangun dari usahanya bekerja di luar negeri.
Kapolsek Jambon Iptu Nanag Budiarto Pudak mengatakan, upaya mediasi yang dilakukan oleh pihak desa beberapa kali tidak menamui titik temu sehingga pasangan yang sudah mengarungi rumah tangga selama 15 tahun sepakat untuk merobohkan rumah seharga lebih dari 300 juta rupiah tersebut.
“Beberapa kali sudah dimediasi oleh desa, tetapi tidak ada titik temu sehinga keduanya sepakat untuk, mereka sebut, memindahkan rumah tersebut,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (14/3/2020).