Pernah Alami KDRT, Barbie Kumalasari tak Setuju dengan Ceramah Oki Setiana Dewi

Kisah yang ia ceritakan pun viral dan menuai banyak kecaman. Melihat hal tersebut, Barbie Kumalasari mengaku tak sependapat dengan Oki.

Instagram @barbiekumalasari
Barbie Kumalasari 

TRIBUN-MEDAN.com - Artis Barbie Kumalasari tak sependapat dengan pendapat Oki Setiana Dewi.

Seperti diketahui beberapa waktu belakangan ceramah Oki Setiana Dewi belakangan menjadi viral.

Dalam ceramahnya, Oki membahas tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Barbie Kumalasari ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2021).
Barbie Kumalasari ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2021). ((Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo))

 

Kisah yang ia ceritakan pun viral dan menuai banyak kecaman.

Melihat hal tersebut, Barbie Kumalasari mengaku tak sependapat dengan Oki.

Sebagai orang yang pernah mengalami KDRT, Barbie mengatakan hal tersebut tak bisa dibenarkan.

Baca juga: Miris Ketika Barbie Kumalasari Perawatan Habis 4 M, Ibunya Jualan Pempek Dikirim 500 Ribu Sebulan

"Aku juga pernah mengalami KDRT juga," kata Barbie dikutip tribun-medan.com dari kanal YouTube HITZ INFOTAINMENT, Minggu (6/2/2021).

Ia mengatakan penting untuk menceritakan KDRT yang dialami khususnya pada keluarga.

"Keluarga kan satu darah, jadi ada yang perlu diceritakan ada yang tidak. Tapi kalau KDRT kan kekerasan fisik, udah pidana. Jadi kalau menurut aku harus diceritakan pada keluarga," ujarnya.

Barbie Kumalasari tanpa make up
Barbie Kumalasari tanpa make up (instagram)

Namun menurut Barbie perlu kebijaksanaan untuk memutuskan bercerita kepada siapa.

"Jangan jadi aji mumpung supaya terkenal. Kalau dipublikasikan memang serba salah. Dipublikasikan akan berpengaruh pada psikis anak. Kembali lagi kita kuat dalam mental ketika itu dialami," katanya.

Menurut Barbie KDRT memang tak bisa dimaklumi.

Baca juga: Kenapa Barbie Kumalasari Rela Keluarkan Biaya Rp 8 Miliar untuk Perawatan Wajahnya?

Apalagi melakukan kekerasan itu bisa jadi sudah merupakan tabiat seseorang

"Sebisa mungkin kalau bisa dimaafkan coba kita tahan dulu jangan sampai di publikasikan. Tapi ketika tindakan kekerasannya fatal ya itu mungkin kita harus kita bicarakan, kita ekspos," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved