Breaking News

DAFTAR Lengkap Marga Mandailing dan Tradisi Khas di Pernikahan

Marga merupakan kelompok induk Batak menurut garis keturunan ayah. Marga yang kemudian diwarisi dari generasi ke generasi.

Tayang:
Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
MEDIA CENTER Pesta Adat Bobby-Kahiyang
Kahiyang Ayu saat acara penabalan marga 

Selain itu di depan ikat pinggang mempelai wanita diselipkan sepasang keris berwarna emas.

Namun di tangan mempelai Wanita memegang sebuah keranjang burangir bertuliskan nama mempelai wanitanya. 

2. Manortor 

Manortor atau menari tortor suku Batak, dalam manortor Mandailing memiliki ciri khas dan berbeda dengan tortor Batak yang lain.

Manortor merupakan tarian sakral yang mulanya untuk menyembah kepada Yang Maha Kuasa, sehingga berkembang sebagai penghormatan kepada leluhur dan sekarang dapat dimaknai untuk menghormati yang lebih tua.

Gerakan Tari Tortor Mandailing dengan cara telapak tangan dihadapkan ke depan, digerak-gerakkan naik dan turun. 

Adapun Tari Tortor di Batak yang lain dengan posisi telapak tangan tidak menghadap ke depan, yang membedakannya di jari kelingking berada diposisi terdepan, dan jempol berada diposisi paling belakang (tangan berada diposisi sedikit menyamping).

Dalam Manortor semalam suntuk di Mandailing diawali oleh tuan rumah, selanjutnya oleh kerabat yang semarga dengan tuan rumah (kahanggi), lalu oleh anak boru (pihak pengambil istri dari keluarga suami), dan disambut mora (pihak pemberi istri terhadap suami) yang turun gelanggang untuk manortor.

Selanjutnya akan diadakan maraton, tortor muda-mudi yaitu naposo bulung (remaja putra)  dan menurut tradisi Mandailing bahwa pengantin akan ikut namora pule manortor (tari tortor lanjutan di pagi hari).

Baca juga: MANDAILING Natal Diguncang Gempa Tektonik 4,9 pada SR

3. Gordang Sambilan

Selain itu, Tari Tortor Mandailing memiliki musik gordang sambilan atau musik gendang berjumlah sembilan. 

Gordang sambilan adalah alat musik sakral khas suku Batak Mandailing yang digunakan dalam menabuh gordang sambilan pada horja, untuk melakukannya tak boleh sembarang.

Karena hanya keturunan Batak Mandailing yang bisa melakukannya dan keturunan pendiri kampung (pemimpin) atau Raja. 

Selain keturunan tersebut, setiap raja wajib izin kepada Raja dengan syarat ditabuhnya gordang sambilan harus  melakukan penyembelihan satu ekor kerbau.

4. Tuhor 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved