DIPAKAI AS Hadapi China, TNI AL Beli Rudal Siluman 31 Miliar Per Unit, Langsung Dicoba di Natuna

Kapal perang Amerika dari varian littoral combat ship (kapal tempur pesisir) yang bertugas di Laut China Selatan sudah dipersenjatai dengan rudal NSM.

Editor: Tariden Turnip
usni.org
DIPAKAI AS Hadapi China, TNI AL Beli Rudal Siluman 31 Miliar Per Unit, Langsung Dicoba di Natuna . Rudal NSM ditembakkan dari USS Gabrielle Giffords 

TRIBUN-MEDAN.COM -TIDAK main-main, TNI Angkatan Laut bakal mempersenjatai kapal siluman satu-satunya milik Indonesia, KRI Golok 688 dengan rudal siluman Naval Strike Missile (NSM) yang sudah dipakai Angkatan Laut Amerika.

Rencana pembelian rudal pembunuh kapal perang permukaan buatan Kongsberg Defence & Aerospace ( Swedia ) terungkap dalam rapat paparan mengenai  NSM, upgrade KRI Golok-688 dan pengadaan fast missile boat di Wisma Elang Laut (WEL) di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Rapat ini dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bersama pimpinan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT Datareka Integrasia.

Melansir the drive, satu unit Naval Strike Missile dibanderol  2.194.000 dolar AS setara Rp 31.478.634.400,00 ( Rp 31,4 miliar ) .

"TNI AL berencana akan memperkuat armada tempurnya dengan rudal (peluru kendali) naval strike missile yang sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL karena memiliki daya tembak sejauh 250 kilometer," demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Rabu.

KRI Golok 688 saat berlabuh di Dermaga TNI AL Surabaya
KRI Golok 688 saat berlabuh di Dermaga TNI AL Surabaya (tni al)

KRI Golok-688 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang akan memperkuat Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I yang berada di Tanjung Uban, Bintan, Kepri.

KRI Golok-688 merupakan kapal asli buatan Indonesia yang diproduksi PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur, dan diresmikan KSAL Laksamana Yudo, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Kapal ini diklaim sebagai kapal siluman karena menggunakan  bahan komposit serat karbon yang membuatnya sulit dideteksi radar musuh atau siluman.

Meluncur tak terlihat

Naval strike missile dianggap sangat cocok untuk TNI AL karena bisa meluncur sejauh 250 kilometer menuju obyek yang ditargetkan.

Rudal ini juga dinilai lebih mudah digerakkan ke tempat terkecil yang tidak terlihat.

Operasional misil ini dapat dikendalikan dari kapal utama.

Misil tersebut bisa dibawa dengan fast missile boat yang berukuran kecil, yakni memiliki panjang 19 meter, lebar 4 meter dengan kecepatan 55 knot.

Dengan ukuran itu, misil ini pun dianggap lebih efektif jika digunakan dalam pertempuran karena kecil, taktis, sulit dideteksi musuh dan sulit diserang rudal exocet namun mematikan.

Fast missile boat yang memiliki bobot 33 ton tersebut berkemampuan layar 500 miles dengan 6 awak kapal dan bekal selama 2 minggu.

Selain itu, fast missile boat ini disebut juga tidak bersuara, tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved