Ingin Hidupkan Kembali Mamut yang Punah, Perusahaan Ini Dianggap Berlagak Jadi Tuhan
Mereka mengambil genetika mamut dan memasukkannya ke dalam gajah Asia yang ada, kerabat terdekat mamut modern saat ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Pendiri Colossal, perusahaan yang ingin melahirkan ribuan mamut berbulu yang telah punah kembali ke dunia, menanggapi tudingan bahwa mereka berlahak seperti Tuhan.
Ben Lamm adalah pengusaha teknologi ingin menghidupkan kembali raksasa yang telah punah itu, dan kemungkinan spesies lain seperti badak berbulu.
Mereka mengambil genetika mamut dan memasukkannya ke dalam gajah Asia yang ada, kerabat terdekat mamut modern saat ini.
Menurutnya, teknologi ini memiliki efek nyata pada masa depan planet ini.
Menurutnya, mamut seperti halnya gajah dapat membantu lingkungan karena bisa menciptakan padang rumput yang luas di tundra Siberia. Ini dapat membantu melestarikan lapisan es di bawahnya yang menyimpan sejumlah besar gas berbahaya dan karbon.
““Ini akan memakan waktu cukup lama. kami akan memiliki beberapa anakan pertama kami dalam empat sampai enam tahun, dan itu akan memakan waktu enam sampai tujuh tahun sebelum mereka dapat benar-benar mandiri. Jadi itu akan memakan waktu cukup lama."
“Saya tidak berpikir bahwa Colossal adalah segalanya. Tetapi ini adalah rencana alami dan yang menyenangkan adalah kami pikir kami dapat menyerap banyak karbon dan menjaga lapisan es tetap dingin dan kami pikir kami dapat menekan banyak metana yang dilepaskan."
“Ada lebih banyak karbon dan metana yang terperangkap di Kutub Utara daripada di tempat lain.
“Harapan kami adalah kami dapat mencapai ribuan gajah dalam jangka waktu yang wajar, dan jika kami bisa, kami benar-benar dapat berperan dalam menekan karbon dan metana di Kutub Utara, itulah tujuan kami dan di situlah saya pikir kami dapat berdampak bagi dunia," ujarnya.
Ini adalah tujuan yang mulia, namun muncul pertanyaan etis tentang penciptaan makhluk secara ilmiah dan menggunakan gajah untuk kepentingan manusia.
Beberapa bahkan menyarankan bahwa Colossal 'bermain Tuhan' dengan pekerjaan mereka, betapapun bermaksud baik atau mempertimbangkannya dengan baik.
Lamm menolak penilaian itu.
Menurutnya, terlepas dari pandangan filosofis atau agama yang dianut, setiap orang memiliki kewajiban untuk melindungi planet ini.
“Seseorang mengatakan bahwa sampai Elon (Musk) menemukan kehidupan di Mars, tidak ada 'Planet B', kan?
“Kita punya yang ini (Bumi). Ini adalah stasiun kami di alam semesta ini sekarang, jadi kita memiliki kewajiban untuk melindungi itu dan semua yang ada di dalamnya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mamut-palsu-museum.jpg)