18 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Terbukti Langgar Aturan

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan mendeportasi 18 Warga Negara Asing (WNA) pada awal tahun 2022.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / KARTIKA
Kepala Bidang Inteldakim Hendrya Widjaya saat melakukan dalam Konferensi Pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Senin (14/2/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan mendeportasi 18 Warga Negara Asing (WNA) pada awal tahun 2022.

Adapun dua WNA diantaranya yaitu Najas Abdul Nassar (26) asal Sri Lanka dan Salin (49) asal Myanmar saat ini masih dalam masa proses pendentensian untuk pemulangan ke negara asal.

"Kita agak terkendala untuk memulangkan pihak bersangkutan karena saat ini masih masa pandemi dan kami informasikan jika setiap negara itu punya kebijakan masing-masing. Contohnya saudara Najas ini tidak bisa kita pulangkan begitu saja, tetapi kalau ada tindakan administratif keimigrasian berupa penginformasian keluar dari Indonesia, kita harus menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak airlines, nanti pihak airlines yang akan menyampaikan ke pihak pemerintah di sana yang sampai saat ini kami belum mendapatkan kabar itu," ungkap Kepala Bidang Inteldakim Hendrya Widjaya dalam Konferensi Pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Senin (14/2/2022).

Lanjut Hendrya, ia juga mengatakan bahwa permasalahan untuk WNA Salin ini, pihak Imigrasi juga harus mempertimbangkan keamanan Salin lantaran berstatus sebagai kelompok etnis Rohingya.

"Tindakan administratif imigrasi ini harus mempertimbangan banyak hal. Terlebih Salin ini merupakan Rohingya, apabila kita pulangkan ke negara asalnya Myanmar kami pun saat ini menunggu kepastian keamanan dari yang bersangkutan," ujarnya.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan juga telah melakukan tindakan keimigrasian 1 WNA Malaysia, Johari Bin Sarbini (50) dengan kasus Narkoba yang sudah dipulangkan melalui Bandara Soekarno Hatta.

Tak hanya itu, pada 11 Februari 2022 lalu, 15 WNA, yang terdiri dari 10 WNA asal India dan 5 WNA asal Filipina yang telah dideportasi lantaran masuk ke Wilayah Indonesia pada tanggal 25 Januari 2022 melalui perairan laut Belawan tanpa melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi (Pasal 113 UU.No 6 Tahun Tentang Keimigrasian)

"15 orang ini mengaku sebagai kru yang bekerja di kapal asing namun memiliki agent di Jakarta. Saat kita periksa dokumennya, yang menyatakan mereka sebagai kru ini tidak ada," tuturnya.

Untuk memberikan efek jera, Hendrya mengatakan akan mengambil tindakan kepada pihak agen.

"Imigrasi dalam mengambil suatu tindakan dilihat dari aspek kemanusiaan tetapi mau tidak mau pasti akan kita deportasi," pungkas Hendrya.

Dalam konferensi pers ini turut dihadiri oleh PLH Kakanim Teddy Anugrah, Konsulat Jenderal India Surendra Kumar, dan Polresta Delisersang, Alexander.

(cr13/tribun-medan.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved