Penurunan Produksi Karet
Musim Gugur Daun Picu Menurunnya Produksi Karet di Sumatra Utara
Saat ini sejumlah perkebunan karet di Sumatra Utara tengah memasuki musim gugur daun yang berdampak pada penurunan produksi karet
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Memasuki pertengahan bulan Februari, perkebunan karet di Suamtra Utara mulai mengalami gugur daun.
Kondisi ini berdampak pada penurunan jumlah produksi karet selama beberapa pekan kedepan.
Menurut Sekretaris Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, gugur daun yang terjadi ini adalah gugur daun alami atau gugur daun primer.
"Secara fisiologi, tanaman menggugurkan daunnya untuk mengantisipasi ketersediaan atau kebutuhan air tanaman yang selalu terjadi pada musim kemarau," kata Edy, Kamis (17/2/2022).
Baca juga: Ekspor Karet Asal Sumut Meningkat, Gapkindo Ingatkan Pengusaha Evaluasi Kualitas Produk
Menyangkut persentase gugur daun ini, itu bervariasi tergantung lokasi dan jenis klon karetnya.
"Pada saat pohon karet mengalami gugur daun 100 persen, produksi lateksnya sekitar 30 persen dari keadaan normal," katanya.
Untuk kondisi penurunan tertinggi, lanjutnya, terjadi pada saat pembentukan daun muda.
"Gugur daun di Sumatra Utara diperkirakan akan berakhir pada April yang akan datang. Keadaan ini membuat pabrik pengolahan karet kesulitan bahan baku," ungkapnya.
Baca juga: BEKAS Galian Drainase di Jalan Karet Raya Akhirnya Dibersihkan, Warga Sempat Ngeluh Tak Bisa Jualan
Dalam kondisi berkurangnya pasokan ini, sambung Edy, berdampak pada meningkatnya harga pembelian lokal.
Di pasar internasional juga sudah mulai menunjukkan peningkatan.
"Menurut beberapa pelaku usaha, walaupun harga beli ditingkatkan, bahan baku yang dibutuhkan juga tidak dapat mencukupi, sebab pasokan karet rakyat belakangan ini terus berkurang karena dikonversi ke tanaman lain," pungkasnya.(mft/www.tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seorang-petani-karet-saat-menderes-karet.jpg)