Prahara Rumah Tangga
Rasa Puas Ayah Mertua Usai Habisi Menantu, Tak Tega Putrinya Diselingkuhi: Sudah Jangan Menangis
Pasalnya, ayah mertua bak terlihat begitu puas usai menghabisi nyawa sang menantu.
Wee mengatakan, Tan merasa dikhianati oleh Tuppani yang selama ini ia perlakukan seperti putranya sendiri.
Tan yang dahulu hanya seorang kuli, berusaha dari nol untuk mengembangkan bisnisnya selama bertahun-tahun.
Setelah putrinya menikah, Tan mengizinkan ibu dan adik laki-laki Tuppani tinggal di rumahnya.
Tuppani mempekerjakan orang tuanya, dan menggunakan dana perusahaan untuk membiayai pendidikan adiknya di luar negeri.
Ketika putri Tan, Shyller hamil anak keempat pada 2015, Tuppani memaksanya untuk menggugurkan kandungannya.
Pada 2016, ayah Tuppani membujuk Tan untuk menjual perusahaannya kepada GKE Corporation.
Namun, alih-alih mendapat 1 juta dolar seperti yang diharapkan, Tan dan putrinya hanya mendapat 450.000 dolar dan saham GKE dari penjualan tersebut.
Sampai pada 2017, Shyller memergoki suaminya itu membeli rumah untuk istrinya yang lain.
Keduanya pun memutuskan untuk bercerai, tapi ada perebutan hak asuh.
Tuppani yang awalnya mengaku tak akan menuntut hak asuh atas ketiga anaknya diam-diam mengajukan klaimnya.
Karena itu, Tan kemudian nekat membunuh menantunya setelah mengalami depresi berat.
(*/ Tribun-Medan.com)
Artikel ini sudah tayang di Sosok.grid.id