News Video
Perang Rusia-Ukraina, Kemenlu Ungkap Kondisi WNI yang ada di Ukraina
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha mengungkapkan kondisi WNI yang ada di Ukraina.
Judha menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin jalur yang aman untuk evakuasi WNI.
TRIBUN-MEDAN.COM - Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha mengungkapkan kondisi WNI yang ada di Ukraina.
Menurut Judha, ada sebanyak 138 WNI yang tinggal di Ukraina.
Judha menyebut para WNI ini paling banyak tinggal di ibukota Ukraina, Kiev.
Selanjutnya ada yang tinggal di Odessa dan beberapa daerah lainnya di Ukraina.
Baca juga: LEDAKAN di Banyak Tempat, Konflik Rusia-Ukraina Disebut Awal Terjadinya Perang di Eropa
Mayoritas WNI yang tinggal di Ukraina adalah para pekerja migran hospitality dan manufaktur.
Tak hanya itu, ada juga WNI yang sudah menikah serta para pelajar.
"Presentase warga negara kita, mayoritas ada di Kiev, nomor dua ada di Odessa, kemudian ada di beberapa daerah yang lain. 138 WNI di KBRI yang berada di Ukraina mayoritas Kiev Oadisa dan tersebar dikota lain."
"Mayoritas pekerja migran hospitality dan manufaktur, ada yang menikah dan juga pelajar," kata Judha dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (24/2/2022).
Lebih lanjut Judha menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan para WNI yang ada di Ukraina.
Baca juga: KONFLIK Rusia-Ukraina, Pemerintah Indonesia Keluarkan 4 Poin Pernyataan Terkait Kondisi Darurat
Judha menyebut pihaknya juga telah mengimbau para WNI untuk bisa mendekat dan berkumpul di KBRI Kiev.
"Kita sudah mampu menjalin komunikasi dengan mereka. Kita meminta mereka untuk mendekat, berkumpul ke KBRI Kiev," terang Judha.
Namun jika kondisinya tidak memungkinkan KBRI juga telah menyediakan titik-titik yang bisa dijadikan titik kumpul para WNI.
"Jika tidak memungkinkan, ada titik-titik yang sudah diputuskan untuk sebagai titik kumpul WNI kita di daerah tertentu. Sedangkan untuk yang ada di Oadisa, tadi kami memantau, serangan ini juga terjadi di beberapa kota yang lain."