Rusia vs Ukraina

Palang Merah Internasional ICRC Minta Ribuan Jenajah Militer Rusia Dipulangkan

Pembantu Presiden Rusia, Vladimir Medinsky yang memimpin delegasi Rusia dalam pembicaraan dengan Delegasi Ukraina

Editor: AbdiTumanggor
facebook
Tank Rusia terbakar dihantam rudal anti tank Ukraina di Kota Sumy 

Perlawanan militer Ukraina tampaknya membuat tentara Rusia kewalahan. Tiga hari serangan besar-besaran ke Ukraina membuat Ukraina kabarnya kehilangan ribuan personel militer dan peralatan tempur. Dikutip dari Kyiv Independent, Minggu (27/2/2022) menurut Kementerian Pertahanan Ukraina dijelaskan setidaknya 4.300 tentara Rusia dikabarkan tewas dalam pertempuran itu. Sebanyak 53 pesawat ditembak jatuh masing-masing 27 pesawat tempur dan 26 helikopter. Termasuk 146 tank dan 49 senjata artileri ikut dihancurkan, termasuk dua drone yang diamankan pihak Ukraina.

TRIBUN-MEDAN.COM - Pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina akan dimulai pada Senin(28/2/2022) pagi waktu Belarus.

"Ini bukan penundaan, pertemuan akan dimulai pada pagi hari. Alasannya adalah logistik delegasi Ukraina," kata sumber TASS. 

Dikutip Tribunnews.com dari laman TASS, Senin (28/2/2022), Pembantu Presiden Rusia, Vladimir Medinsky yang memimpin delegasi Rusia dalam pembicaraan itu mengatakan bahwa sebelumnya kesepakatan telah dicapai dengan pihak Ukraina pada hari Minggu untuk mengadakan pembicaraan di wilayah Gomel, Belarus.

Delegasi Rusia pun telah meninggalkan kota Minsk dan menuju ke tempat pembicaraan.

Namun menurut sumber TASS, lokasi pembicaraan itu tidak akan diungkapkan.

Kendati demikian, ia menyebut bahwa pertemuan akan dimulai pada Senin pagi waktu Belarus.

"Pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina akan dimulai pada Senin pagi," jelasnya.

Militer Rusia Ditawan Ukraina
Militer Rusia Ditawan Ukraina (tangkapan layar youtube)

Rusia Sebut Ukraina Nazi

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia melaporkan kerugian yang dialami pasukan Rusia yang turut ambil bagian dalam operasi militer khusus di Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan Juru bicara kementerian pertahanan itu, Igor Konashenkov pada hari Minggu kemarin.

"Tentara Rusia menunjukkan keberanian dan kepahlawanan selama operasi militer khusus. Tapi, sayangnya, ada yang tewas dan terluka diantara mereka," kata Konashenkov.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa kerugian Rusia jauh lebih kecil jika dibandingkan 'kerugian yang dialami pasukan Ukraina' dan nasionalis negara itu.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa tentara Rusia telah ditawan.

"Kami tahu bagaimana Nazi Ukraina memperlakukan beberapa prajurit Rusia yang telah ditawan. Kami melihat bahwa mereka menggunakan siksaan yang sama seperti Nazi Jerman selama Perang Patriotik Hebat (Front Timur selama Perang Dunia II di mana bekas Uni Soviet berperang melawan Nazi Jerman," tegas Konashenkov.

Dikutip dari laman TASS, Senin (28/2/2022), Konashenkov pun kemudian bersumpah bahwa militer Rusia akan terus memperlakukan pasukan Ukraina yang menyerah dengan cara yang manusiawi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved