News Video
Menjelang Bulan Suci Ramadan, Harga Bahan Pokok Mulai Naik di Pasar Tradisional di Medan
Sebulan lagi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriyah, harga bahan pokok kembali naik dalam beberapa pekan terakhir
Penulis: Abdan Syakuro |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebulan lagi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriyah, harga bahan pokok kembali naik dalam beberapa pekan terakhir. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Minggu (06/03/2022).
Penjual Bumbu dan cabai giling Upik menuturkan harga cabai mengalami kenaikan.
"Harga cabai merah sekarang Rp 60 ribu, sebelumnya dari Rp 40 ribu," kata Upik.
Upik mengatakan banyak masyarakat mengeluh dengan kenaikan beberapa harga bahan pokok.
"Pasar jadi sepi, daya beli masyarakat berkurang, mengeluhlah semuanya mahal yakan, itulah keluhan para masyarakat," ucap Upik.
Ia mengatakan kondisi ini sudah terjadi sebulan yang lalu.
"Kondisi ini terjadi sudah sejak 1 bulan kemarin lebih kurang," kata Upik.
Upik mengaku akan ada kenaikan menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan nanti.
"Mungkin ada kenaikan harga menjelang Bulan Suci Ramadhan nanti. Kadang lihat faktor barangnya juga, kalo pasokannya berkurang, agak langka lah itu, bisa naik harganya," ucap Upik.
Upik mengatakan faktor cuaca yang menjadi penyebab harga menjadi melambung.
"Faktor cuaca yang terjadi karena hujan terus - menerus didaerah gunung, Berastagi sana, membuat pasokan barangnya menjadi langka, sedangkan pasokannya hanya dari situ aja," kata Upik.
Ia mengatakan PD Pasar Kota Medan sudah mulai mengawasi harga kebutuhan bahan pokok.
"PD Pasar Kota Medan sudah pernah turun tangan untuk mengawasi harga kebutuhan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan ini. Kayak banjir - banjir kemarin itu di Pasar Brayan, sudah turun tangan itu PD Pasar Kota Medan," ucap Upik.
Ia berharap PD Pasar Kota Medan untuk selalu memantau seluruh harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan tahun ini.
"Harapannya untuk PD Pasar Kota Medan, kek mana lah ya, harga barangnya sudah naik dari para petani sana ya kan, jadi tidak bisa komplain," tutup Upik.