Perang Rusia Ukraina
BUKAN Dihantam Nuklir, Rusia Bangkrut Akibat Serangan Sanksi Ekonomi, April Sudah Gagal Bayar
Fitch memperkirakan Rusia memilih tidak membayar sebagian utang yang jatuh tempo sekitar 500 miliar dolar AS atau Rp 7.146,3 triliun.
TRIBUN-MEDAN.COM - Rusia mempunyai senjata andalan yang membuat Amerika dan Barat tidak mau berhadapan secara frontal di medan perang Ukraina.
Rusia mempunyai sejumlah rudal balistik hipersonik yang disebut tidak bisa dilumpuhkan rudal antimisil milik NATO.
Namun Amerika dan Barat kini menggunakan nuklir ekonomi yang melumpuhkan urat nadi Rusia.
Pengamat ekonomi memperkirakan Rusia akan bangkrut mulai pertengahan April 2022, akibat tsunami sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika dan negara barat.
Lembaga pemeringkat Fitch, Selasa, 8 Maret 2022 menurunkan peringkat utang Rusia untuk kedua kalinya dalam seminggu, mencatat bahwa "gagal bayar pemerintah sudah dekat."
Fitch memperkirakan Rusia memilih tidak membayar sebagian utang yang jatuh tempo sekitar 500 miliar dolar AS atau Rp 7.146,3 triliun.
Rinciannya; sekitar 310 miliar dolar AS merupakan utang perusahaan/korporasi, 170 miliar dolar AS dipegang pemerintah, bank sentral dan bank lokal.
Dikutip dari situs Castellum.ai, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, Amerika sudah menjatuhkan 5.530 sanksi ekonomi.
Rusia kini menjadi negara yang paling banyak mendapatkan sanksi ekonomi, mengalahkan mengalahkan Iran yang kini dikenai 3.616 sanksi selama satu dekade, sebagian besar karena program nuklir dan dianggap mendukung terorisme.
“Ini adalah perang nuklir finansial dan peristiwa sanksi terbesar dalam sejarah,” kata Peter Piatetsky, mantan pejabat Departemen Keuangan di pemerintahan Obama dan Trump yang ikut mendirikan Castellum.ai.
Kini kurs mata uang Rusia, rubel anjlok hampir 100 persen terhadap dolar AS.
Inggris dan Amerika kini menghentikan impor minyak dan gas Rusia.
Selain itu, sebagian besar cadangan devisa Rusia senilai 630 miliar dolar AS setara Rp 9.004 triliun yang disimpan di luar negeri, kini dibekukan dan tak bisa ditarik Rusia.
Sebelumnya, dua lembaga pemeringkat lainnya juga menurunkan peringkat utang Rusia, jadi level sampah ( junk ).
Pekan lalu, Moody's memangkas peringkat kredit Rusia ke tingkat terendah kedua, mengutip dampak sanksi Barat yang cepat dan berat. "... sekarang ada kemungkinan signifikan bahwa kemampuan Rusia untuk membayar kewajiban utang negaranya akan terganggu," tulis lembaga pemeringkat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sanksi-ekonomi-mulai-menggigit-rusia.jpg)