Tokoh Batak

3 Putra Batak yang Pernah Emban Jabatan Prestisius di Kejagung, Ada yang Pernah Jadi Jaksa Agung

Salah satu yang pernah mengemban jabatan prestisius adalah Marsillam Simanjuntak. Bahkan pernah menjabat sebagai Jaksa Agung

Tayang:
Penulis: Tria Rizki |
HO / Tribun Medan
Johny Manurung, Sudung Situmorang dan Marsillam Simanjuntak 

TRIBUN-MEDAN.com - 10 Januari 2022 lalu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin melantik sejumlah Jaksa Agung Muda pilihan Presiden Jokowi.

Diketahui bahwa Jaksa Agung Muda adalah unsur pembantu pimpinan Kejaksaan Agung terdiri atas Jaksa Agung dan Wakil Jaksa Agung.

Terdapat 6 Jaksa Agung Muda yaitu: Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Badan Pendidikan dan Pelatihan.

Ke enam Jaksa Agung Muda ini memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya seperti dalam ketantuan perundang-undangan.

Sejak berdiri pada 22 Juli 1960 lalu, posisi Jaksa Agung Muda silih berganti dijabat oleh putra-putri terbaik bangsa.

Salah satu yang pernah mengembannya adalah Marsillam Simanjuntak. Bahkan pria berdarah Batak ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung.

Diketahui putra-putri Batak memang terkenal banyak berkecimpung di kejaksaan, namun siapa saja yang sudah pernah mendapat jabatan prestisius di Kejagung?

Berikut 3 putra Batak yang pernah mendapat jabatan prestisius di Kejagung.

1. Marsillam Simanjuntak

dr. Marsillam Simanjuntak, S.H lahir di Yogyakarta (23 Februari 1943), adalah seorang aktivis, negarawan, dan menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia ke-18.

Marsilam alumni dari Universitas Indonesia jurusan kedokteran yang lulus di tahun 1971, dan selanjutnya Ia menempuh Pendidikan di Universitas Indonesia jurusan hukum yang lulus tahun 1989.

Setelah lulus Ia bekerja sebagai dosen di Universitas Indonesia jurusan hukum dan menjadi dokter penerbangan di Maskapai Penerbangan Garuda.

Selain itu Marsilam adalah pendiri Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia jentera, Ia juga pernah aktif dalam Gerakan mahasiswa periode 1960-an yang menentang pemberlakuan Demokrasi Terpimpin pada era Presiden Soekarna, aktivis Fodem (Forum Demokrasi).

Awal karirnya dimulai pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia ke-5 dengan masa jabatan ari 4 Januari 2000 hingga 5 Juli 2001. 

Dalam tahun yang sama Ia juga berhasil menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan hak Asasi Manusia Indonesia ke-24 dengan masa jabatan 2 Juni 2001 hingga 20 Juli 2001.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved