Alfamidi Tegaskan tak Timbun Migor, Pasokan dari Suplier Terkendala
Arif menjelaskan bahwa sejak Oktober 2021, pasokan migor dari supplier ke Alfamidi maupun toko-toko ritel lain terkendala.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berbulan-bulan masalah minyak goreng belum juga selesai. Bahkan jelang bulan Ramadan minyak goreng tampak kosong di ritel modern dan tradisional. Pantauan Tribun Medan, hal ini juga karena di pasar tradisional masih banyak penjual yang mematok harga minyak goreng di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun di ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi dan lainnya, minyak goreng masih sangat jarang ditemukan bahkan dapat dikatakan langka .
Melihat hal itu, Corporate Communication Manager Alfamidi Arif L Nursandi menyampaikan hal yang sama. Alfamidi, katanya, memasarkan ribuan item produk setiap gerainya tak terkecuali sembako khususnya minyak goreng yang akhir-akhir ini langka.
Disampaikannya, semua barang yang ada di gerai-gerai Alfamidi telah tercatat di suatu sistem toko sehingga personel toko tidak dapat melakukan order ke gudang secara manual.
"Ambil contoh minyak goreng atau migor, sistem toko secara otomatis akan memesan ke gudang (Distribution Center) ketika stok migor di toko habis begitu pun dengan gudang yang akan otomatis melakukan pemesanan kepada supplier, " ujarnya, Senin (14/3/2022).
Baca juga: EKSPRESI Presiden Jokowi saat Sidak Minyak Goreng, Belanja dengan Uang Lebih
Ketika barang supplier datang ke gudang Alfamidi, selanjutnya gudang akan mendistribusikan ke seluruh jaringan gerai Alfamidi sesuai coverage-nya.
"Kapasitas penyimpanan di dalam gudang sangat terbatas sehingga sebisa mungkin barang harus segera didistribusikan ke gerai-gerai Alfamidi. Jika tidak, maka gudang akan over load dan kacau. Semua ini sudah tersistem mulai dari toko," terang Arif.
Arif menegaskan tidak mungkin Alfamidi menimbun suatu barang di gudang tanpa didistribusikan ke toko. "Kami justru rugi jika misalnya ada barang datang ke toko lalu tidak dipajang di rak untuk dijual. Semua barang yang dikirim ke toko seoptimal mungkin harus terjual," tegasnya.
Menanggapi kelangkaan migor saat ini, Arif menjelaskan bahwa sejak Oktober 2021, pasokan migor dari supplier ke Alfamidi maupun toko-toko ritel lain terkendala.
"Saat ini ibarat kata, kami pesan ke supplier 1.000 karton misalnya, namun hanya terpenuhi 20-30 persen saja dan ini harus didistribusikan merata ke semua toko. Jika dalam kondisi normal misalnya toko mendapat alokasi 10 karton, saat ini satu karton pun itu sudah bagus," kata Arif.
Arif berharap, kondisi seperti itu segera normal kembali sehingga masyarakat tidak perlu lagi berdesak-desakan hanya untuk membeli migor. "Harapan kami semoga kondisi ini terus membaik, suplai migor bisa kembali normal," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pegawai-alfamidi-menunjukkan-produk-promo.jpg)