Pasien Tewas Disuntik Dokter
Pasien Tewas Disuntik Dokter, Polisi dan RS Eshmun Diduga Kongkalikong Tutupi Hasil Autopsi
Seorang pasien di RSU Eshmun Medan meninggal dunia setelah disuntik oleh dokter. Padahal keluarga sudah melarang
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kasus pasien tewas disuntik dokter RSU Eshmun Medan dicurigai sarat permainan antara penyidik kepolisian dan pihak rumah sakit.
Pasalnya, setelah hampir satu bulan berlalu, kasus ini tak juntrung kejelasannya.
Bahkan, polisi tidak memberikan hasil rinci autopsi terhadap jenazah pasien bernama Sakti Fernando Napitupulu.
Ada kecurigaan, bahwa penyidik kepolisian telah kongkalikong dengan RSU Eshmun untuk diduga menutupi kasus ini.
"Kami belum tahu apa hasil autopsi. Tapi, kok anehnya, adik kami disebutkan mereka meninggal dunia karena benturan. Tidak masuk akal rasanya," kata Rosnani Napitupulu, kakak kandung mediang Sakti Fernando Napitupulu, Sabtu (19/3/2022).
Rosnani mengatakan, saat kejadian pasien tewas disuntik dokter ini terjadi, dia sempat melihat ada catatan yang diberikan dokter menyangkut indikasi dampak obat-obatan terhadap kematian adiknya.
Belakangan, setelah adiknya diautopsi di RS Bhayangkara Tingkat II Medan, polisi dengan mudahnya mengatakan bahwa sang adik tewas karena benturan.
Kemudian, polisi sama sekali tidak menyerahkan hasil autopsi lengkap pada keluarga.
Polisi cuma menyampaikannya secara lisan.
Sehingga keluarga makin curiga, bahwa ada indikasi "permainan" antara polisi dan RSU Eshmun dalam menutupi kasus ini.
"Kalau memang mereka jujur, kenapa mereka tutup-tutupi hasilnya. Mengapa tidak terbuka kepada keluarga," kesal Rosnani.
Lantaran curiga dengan pernyataan polisi, khususnya Polres Pelabuhan Belawan, pihaknya berencana melakukan autopsi ulang terhadap jasad Sakti Fernando Napitupulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sakti-Fernando-Napitupulu-pasien-tewas-disuntik-dokter.jpg)