Kerangkeng Manusia

LPSK Sebut Masih Ada Korban Meninggal di Kerangkeng Milik Terbit Rencana yang Belum Terungkap

Edwin Partogi menduga masih ada korban meninggal dunia akibat penyiksaan oleh mantan Bupati Kabupaten Langkat

Penulis: Satia | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkap keterlibatan 12 oknum TNI/Polri pada kasus kerangkeng maut Bupati Nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin. 

TRIBUN MEDAN.com, STABAT - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi menduga masih ada korban meninggal dunia akibat penyiksaan oleh mantan Bupati Kabupaten Langkat Terbit Rencana Peranginangin alias Cana dan anaknya Dewa Peranginangin, yang belum terungkap, Kamis (24/3/2022).

"Kita belum dapat menyatakan, tapi masih ada korban meninggal dunia akibat penyiksaan di sana," kata dia, melalui pesan singkat WhatsApp.

Edwin mengatakan, saat ini belum semua korban yang mau memberikan keterangan kepada LPSK.

Kemungkinan, ada yang traumatik atau sudah lupa lantaran mengalami dampak buruk, yakni gangguan kejiwaan.

"Karena hal itu, banyak yang belum mau memberikan pernyataan kepada LPSK," ujarnya.

Selain LPSK, korban yang sudah memberikan keterangan terkait penyiksaan meminta kepada yang lain agar mau memberikan informasi mengenai hal tersebut.

"Bukan hanya kita, korban-korban yang sudah membuka suara juga meminta kepada korban lain agar dapat memberikan kesaksian mengenai penyiksaan sadis di sana," jelasnya.

Baca juga: Blak-blakan, Paul Pogba Mengaku Telah Sia-Siakan Masa Terbaiknya di Manchester United

Baca juga: Pengen Buktikan Siapa Paling Jantan, Brondong Kalina Tantang Vicky Prasetyo Duel Maut di Ring

Berdasarkan temuan LPSK, Dewa Peranginangin, ternyata pelaku penyiksaan penghuni kerangkeng paling sadis.

Dalam temuan para pelaku sampai mengalami gangguan jiwa dan cacat permanen.

Ia melakukan penyiksaan terhadap para penghuni kereng dengan menggunakan selang, kunci Inggris, batu, balok, palu dan plastik yang dibakar lalu diteteskan ke tubuh.

"Semuanya sadis. Puluhan tahun saya berkerja, belum pernah menemukan kekerasan sesadis ini," kata Edwin.

Para penghuni kerangkeng, ada yang mengalami putus jari akibat dipukul dengan menggunakan palu.

Lebih parahnya, alat kelamin penghuni kereng juga disulut dengan menggunakan api rokok.

Selain itu, para penghuni juga sering diteteskan plastik yang sudah dibakar sebelumnya oleh Dewa Peranginangin.

Bukan hanya Dewa, Cana dan oknum Aparat Penegak Hukum juga ikut melakukan penyiksaan terhadap penghuni kereng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved