News Video

EDY RAHMAYADI Minta Maaf ke Pedagang Minyak Goreng Curah, Tegaskan HET Tak Lebih dari Rp 15.500

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta maaf kepada para pedagang minyak goreng curah lantaran harus mengatur harga eceran tertinggi (HET).

Editor: M.Andimaz Kahfi

EDY RAHMAYADI Minta Maaf ke Pedagang Minyak Goreng Curah, Tegaskan HET Tak Lebih dari Rp 15.500

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta maaf kepada para pedagang minyak goreng curah lantaran harus mengatur harga eceran tertinggi (HET) yang dijual di pasar.

Edy meminta harga minyak goreng curah tak lebih dari Rp 15.500.

"Saya meminta maaf kepada rakyat semua termasuk pedagang saya harus ikut campur dalam mengatur harga ini. Karena kalau tidak tegas kita atur kasihan rakyat," ujar Edy usai meninjau harga minyak goreng di Pusat Pasar Medan, Selasa (29/3/2022).

Edy mengatakan, dasar penentuan harga maksimal itu didasarkan oleh harga minyak goreng yang berasa dari Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yakni Rp 14.450. Sehingga

"Saya sedang bersama PPI, ini dialah yang menentukan harga. Harga yang dikeluarkan oleh dia adalah itu Rp 14.450 per kilo, untuk minyak curah. Harusnya dia terjual di sana 15.000 per kilo. Sudah untung 500 rupiah," ucapnya.

Dari hasil tinjauannya di Pusat Pasar, Edy menemukan harga minyak curah yang bervariasi mulai dari 18 ribu hingga 20 ribu per kilo.

"Untuk kemasan itu sulit sekali mengaturnya. Tapi yang curah inikan untuk rakyat kita semua. Sampai di dalam ada yang menjual Rp 20 ribu, Rp 18 ribu, hanya jalan kaki dekat sekali nyampe. Kenapa bisa seperti itu? Ini yang harus kita luruskan," ungkapnya.

Lantaran melihat kondisi harga eceran yang cukup tinggi di Pusat Pasar, Mantan Pangkostrad itupun memastikan mulai besok, Rabu (30/3/2022) akan ada petugas yang memantau harga.

"Nanti mulai besok ada petugas di sini. Ada petugas dan mengatur harga. Kalau nakal ya kita terpaksa setop, kan harus ada pedagang lagi, kita ganti pedagang yang baru," tuturnya.

Ganggu Inflasi

Menurut Edy, harga minyak goreng yang tidak stabil berpengaruh terhadap situasi inflasi di Sumut.

"Ini mengganggu inflasi kita. Inflasi kita Sumut sudah 2.45 persen. Sekarang tinggal 0.15 persen dengan jarak limit atas kita. Untuk itu ini harus kita jaga-jaga. Kenapa saya ngomong begini karena kita ada BI, pak Dodi, beliau menperingatkan saya," katanya.

Ia mengatakan, jika persentase inflasi di Sumut mencapai angka tiga lebih ini bisa menyebabkan gangguan di berbagai aspek.

"Inflasi itu kayak tensi, kan kita kalau tensi tinggi bisa stroke. Kalau stroke semua bisa terganggu, yang belanja terganggu semua bisa terganggu. Inilah makanya saya turun, tidak ada jadwal hari ini tapi beliau meminta memastikan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved