Inflasi Jelang Ramadan

INI Cara Gubernur Edy Rahmayadi Kendalikan Laju Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran, Ada 3 Langkah

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan tiga langkah untuk menjaga angka inflasi jelang Ramadan dan Lebaran.

Tayang:
HO
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Sumut Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Selasa (29/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan tiga langkah untuk menjaga angka inflasi jelang Ramadan dan Lebaran.

Langkah pertama adalah dengan terus memonitoring pasar agar harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak ada distributor atau pedagang yang melakukan penimbunan.

"Kita monitoring pasar, biar tahu persis orang-orang jahat yang suka menimbun,” kata Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (29/3/2022).

Langkah kedua, Edy mengimbau masyarakat agar tidak membeli barang atau produk tertentu dengan jumlah yang besar (panic buying).

Baca juga: Sidak Pasar Simpang Limun, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman Temukan Harga Migor di Atas HET

Baca juga: Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, Lapas Padangsidimpuan Sukses Vaksinasi Warga Binaannya

Serta, ketiga meningkatkan koordinasi dengan kepolisian, produsen, distributor untuk bersama-sama menjaga harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.

Edy juga menyampaikan, fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar harus diantisipasi dan diperlukan cara atau langkah yang keras, agar tidak terulang terus menerus.

“Memang kita harus keras, kalau tidak lihat semuanya, setiap mau hari raya dinaikkan, natal, tahun baru naik lagi, jadi turun naik turun naik, saya mau ada standar,” katanya.

Edy juga mengaku heran, Sumut pernah mengalami inflasi yang diakibatkan kurangnya ketersediaan cabai merah.

Padahal Sumut merupakan salah satu sentra penghasil cabai merah terbesar di luar Pulau Jawa.

“Ada di satu daerah panen cabai merah, ternyata sudah diambil duluan oleh tengkulak, dijual ke daerah lain, sehingga di Sumut harganya sampai Rp80 ribu/kilo, panennya di tempat saya kok kekurangan cabai, jadi ini harus sama-sama kita jaga,” kata Edy.

Saat ini inflasi disebabkan oleh berbagai faktor.

Di antaranya kenaikan harga minyak goreng, kelangkaan kontainer, kelangkaan bahan baku pupuk, dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Hal tersebut menyebabkan naiknnya beberapa harga komoditas.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Doddy Zulverdi, pada tiga bulan terakhir inflasi secara tahunan berada dalam tren peningkatan yang cukup besar.

Salah satu penyebab inflasi didorong kenaikan harga minyak goreng.

Karena itu, lantaran masih tingginya harga CPO dunia, pengawasan distribusi pasokan kepada masyarakat perlu dikawal bersama, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di masyarakat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved