Ahli Gizi Tak Sarankan Sahur Pakai Mie Instan, Ini Dampaknya Jika Terlalu Sering!

Mi instan dianggap praktis dan mudah dibuat, sehingga tidak perlu waktu lama untuk menyajikannya sebagai santapan sahur.

Editor: Liston Damanik
Youtube/Lychee
Foto Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Mi instan dianggap praktis dan mudah dibuat, sehingga tidak perlu waktu lama untuk menyajikannya sebagai santapan sahur.

Selain itu, mi instan pun bisa diolah berbarengan dengan makanan lainnya, seperti telur, sosis, bakso, dan lainnya.

Akan tetapi, jika terlalu sering makan mi instan saat sahur dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Terlalu sering makan mi instan saat sahur dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar mengonsumsi makanan lain saat sahur.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Sabtu (2/4/2022), ahli gizi RS Indriati Solo Baru, Rista Yulianti Mataputun, SGz mengatakan, mi instan tidak dianjurkan sebagai menu buka puasa dan sahur karena nutrisinya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, terutama saat puasa.

Menurut Rista, mi instan hanya mengandung karbohidrat atau kalori, sehingga orang yang mengonsumsinya menjadi lebih mudah lapar.

Dengan begitu, orang yang menyantap mi instan saat buka puasa cenderung mengonsumsi makanan berlebih karena masih merasa lapar.

Sedangkan orang yang menyantap mi instan saat sahur, Rista menambahkan, juga akan lebih mudah lapar saat menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“Mengonsumsi mi instan saat sahur akan cenderung lebih cepat lapar,” kata Rista.

Rista menyadari dalam kondisi tertentu, seperti saat mendekati waktu imsak, ada orang yang terpaksa harus menyantap mi instan sebagai menu sahur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved