Berita Dukacita

Innalillahi, Legenda Kiper Timnas dan PSMS Medan Ponirin Meka Meninggal Dunia

Kabar dukacita datang dari pemain legenda kiper Timnas PSMS Medan. Ponirin Meka dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (10/4/2022)

Editor: Array A Argus
HO
Ponirin Meka (tengah) usai mengantarkan PSMS Medan juara Perserikatan 1983 silam. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kabar duka menyelimuti insan sepakbola Tanah Air dan Sumatera Utara (Sumut).

Seorang legenda kiper Timnas dan PSMS Medan, Ponirin Meka mengembuskan nafas terakhirnya, Minggu, (10/4/2022) sekira pukul 16.30 WIB.

Almarhum meninggal di kediamannya di Dusun I Lengau Seberang, No 043 Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Rencananya almarhum akan dikebumikan di dekat kediamannya, pada Senin, (11/4/2022) sekira pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya Legenda yang berperan sebagai penjaga gawang itu sempat terbaring lemah di rumah sakit Medistra Lubuk Pakam, Deliserdang.

Baca juga: SOSOK Ponirin Meka, Legenda Kiper Timnas dan PSMS era 1980-an yang Kini Terbaring Sakit

Berdasarkan diagnosa, almarhum mempunya masalah di jantungnya dan bakal dioperasi untuk pemasangan ring.

Diketahui, Ponirin Meka memiliki sejumlah kenagan indah kala menjadi kiper Timnas dan PSMS Medan.

Si 'Tangan Emas', julukan Ponirin Meka, mulai berkibar pada turnamen Fatahillah Cup 1982. Pada semifinal menghadapi Persija, pelatih PSMS Herman Tamaela mempercayakan Ponirin Meka untuk tampil sebagai kiper inti menggantikan Taufik Lubis yang tidak fit kondisinya.

Ternyata Ponirin Meka tidak kagok bermain sebagai kiper inti di Semifinal menghadapi Persija yang waktu itu diperkuat bintang – bintang Timnas seperti Ristomoyo dan Budi Tanoto.

Kegemilangannya di bawah mistar membawa PSMS Medan sukses lolos ke Final setelah mengalahkan Persija 2-1.

Partai Final melawan PSIS Semarang Ponirin Meka kembali dipercaya mengawal gawang PSMS dan kegemilangannya di bawah mistar membawa PSMS Medan sukses menjadi Juara setelah di Final mengalahkan PSIS 2-1.

Usai membawa PSMS Medan menjuarai Fatahillah Cup 1982 ini Ponirin Meka dipercaya untuk menjadi penjaga gawang utama PSMS Medan menggantikan Taufik Lubis yang mundur sebagai kiper PSMS.

Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1982/1983 trio pelatih PSMS Medan Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian mempercayakan posisi kiper PSMS kepada Ponirin Meka.

Kepercayaan ini dibalas dengan penampilan apik dan menawan dari Ponirin Meka hingga akhirnya membawa PSMS lolos ke Final mengahadapi Persib Bandung.

Pada final melawan Persib ini Ponirin Meka menjadi pahlawan PSMS karena sukses membawa PSMS Medan menjadi Juara setelah mengalahkan Persib 3-2 dalam drama adu penalti.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved