Pemakaman Ipda Agus Husein

Momen Kapolsek Calon Istri Ipda Imam Agus Husein Peluk Foto Sang Pacar Selama Proses Pemakaman

Kapolsek Batang Gansal, Indragiri Hulu, Ipda Nadya Ayu Nurlia tak henti-hentinya memeluk foto almarhum Ipda Imam Agus Husein

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Kapolek Batang Gansal, Indragiri Hulu, Ipda Nadya Ayu Nurlia. 

TRIBUN-MEDAN.COM,PANYABUNGAN - Kapolek Batang Gansal, Indragiri Hulu, Ipda Nadya Ayu Nurlia turut menghadiri acara pemakaman Ipda Imam Agus Husein.

Diketahui, Ipda Nadya Ayu Nurlia adalah pacar dan disebut sebagai calon istri almarhum Ipda Imam Agus Husein.

Saat proses pemakaman yang memakan waktu satu jam lebih itu, Ipda Nadya Ayu Nurlia tak henti-hentinya memegang foto Ipda Imam Agus Husein

Sepanjang acara, mulai dari rumah duka hingga pemakaman, ia tetap berada pada barisan keluarga bersama dengan ibu dan saudari almarhum.

Secara bergantian, keluarga dan kerabat menyalaminya sambil menyampaikan ucapan belasungkawa.

Ia juga terlihat sangat dekat dengan ibu korban.

Saat menabur bunga di atas makam almarhum, ia terlihat menitikkan air mata dan sesekali menyekanya dengan kerudung

Sesekali ia menundukkan kepala sambil memegang erat foto almarhum.

Kedua matanya tampak sembab dan berkaca-kaca.

Rona wajahnya menacarkan duka yang mendalam. 

Pascapemakaman, sejumlah awak media mencoba menanyainya.

Namun Ipda Nadya Ayu Nurlia membutuhkan waktu untuk memberi keterangan.

"Nanti ya," katanya singkat, Rabu (13/4/2022).

Hingga rumah duka dari tempat pemakaman, foto almarhum belum juga dilepas dari pelukannya. 

Berselang beberapa waktu, awak media mencoba meminta keterangan.

Namun sikap yang sama masih ditunjukkan oleh Nadya. 

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Ipda Imam Agus Husein.

Anggota Brimob yang meninggal dunia saat melakukan pengamanan demo mahasiswa 11 April 2022 di Kendari ini rencananya dimakamkan hari ini, Rabu (13/4/2022).

Dari amatan Tribun-medan.com di rumah duka yang ada di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan II Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, para pelayat dan sejumlah anggota TNI/Polri sudah berkumpul.

Menurut Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Christiyanto, jenazah almarhum Ipda Imam Agus Husein akan lebih dahulu disalatkan di Masjid Ar Rohman.

Setelah jenazah disalatkan, kemudian akan dilakukan prosesi pemakaman.

 

 

"Ia gugur dalam melaksanakan tugas. Kalau kita kembalikan pada agama, bahwa orang yang meninggal pada bulan Ramadan adalah orang baik," kata Christiyanto.

Di rumah duka, sanak famili dan keluarga berkumpul memanjatkan doa.

Orangtua korban yang kebetulan ada di rumah duka tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Pihak keluarga beberapa kali terlihat menangis, sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid untuk disalatkan. 

Pada Selasa (12/4/2022) malam tadi, saat jenazah Ipda Imam Agus Husein tiba di rumah duka, ibunya berkali-kali memanggil nama sang anak sambil menangis.

Suasana duka begitu terasa, tatkala peti jenazah yang dibalut bendera merah putih memasuki ruang tengah rumah duka.

Romy Daulay (40), kerabat Ipda Imam Agus Husein mengatakan, bahwa almarhum ini adalah sosok anak yang ramah dan baik. 

“Kalau ditanya orang sekitar, dia itu orangnya ramah dan enggak sombong,” kata Romy. 

 

 

Meski terlahir dari kalangan keluarga yang berkecukupan, namun Ipda Imam Agus Husein tidak pernah menyombongkan diri. 

“Sebelum dia masuk Akpol pun, baik anaknya. Orangnya penyabar," kata Romy.  

Dalam kesempatan itu, Romy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah membantu prosesi pemulangan jenazah adik sepupunya itu.

Dia berdoa agar jerih payah semua pihak yang membantu proses pemulangan jenazah adik sepupunya itu dapat diberi ganjaran setimpal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Penyebab Kematian

Menurut informasi, sebelum gugur, Ipda Imam Agus Husein sempat terbentur pintu mobil taktis di bagian dada kirinya.

Setelah kejadian itu, korban mengeluhkan sesak napas dan nyeri di dada.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Ferry Walintuka mengatakan, kejadian yang menimpa almarhum berawal pada pukul 15.15 Wita.

Ipda Imam Agus Husein yang saat itu bertugas sebagai Panit Escape baru selesai membubarkan massa bersama Satuan Anti Anarkis pada pukul15.40 Wita.

Almarhum lantas ke poskotis dengan mengendarai mobil taktis multifungsi lapis baja.

Saat hendak turun dari mobil taktis, Ipda Imam membuka pintu depan bagian kiri.

Tetapi, mobil belum dalam keadaan sepenuhnya berhenti dan pintu kiri menghantam bak mobil truk yang tengah parkir.

Akibatnya, pintu mobil rantis berbalik menghantam dada kiri korban.

"Pukul 15.45 Wita, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dalam keadaan sadar, dengan keluhan sesak dan nyeri. Dokter jaga melakukan pemeriksaan dan dilakukan tindakan, pukul 15.50 Wita pasien mulai gelisah, kesadaran mulai menurun, tanda-tanda vital mulai tidak teraba dan kadar oksigen dalam darah mulai turun," kata Ferry, Selasa (12/4/2022) sebagaimana dilansir Kompas.com.

Kemudian, tindakan yang dilakukan dokter yakni memasangan intubasi, oksigen dan rawat observasi ICU. Namun, pukul 17.30 Wita, dokter menyatakan Ipda Imam meninggal dunia.(cr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved