Kebakaran Bengkel

Satu Keluarga Hangus Terbakar, Kades Siabalabal: Mereka Baru Pindah Tiga Bulan

satu keluarga hangus terbakar disebut baru pindah tiga bulan di lokasi kebakaran. Begini penjelasan kepala desa

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
HO
Suasana rumah duka satu keluarga hangus terbakar di Desa Siabalabal, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis (14/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,TAPANULI UTARA - Insiden satu keluarga hangus terbakar sempat bikin heboh warga Jalan Warakas 1 RT 016 RW 01, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Belakangan diketahui, bahwa korban satu keluarga hangus terbakar ini merupakan warga asli Desa Siabalabal, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara.

Adapun identitas para korban diantaranya pasangan suami istri John Vaber Tampubolon (50) dan Delma Wati Simanjuntak (50).

Kemudian, tiga anaknya masing Darius Tampubolon (25), Ave Tampubolon (15), dan Lois Tampubolon (10).

Baca juga: TEWAS TERBAKAR, John Tampubolon, Delma Br Simanjuntak, Serta Ketiga Anaknya Akan Dimakamkan di Medan

Saat ini, jenazah para korban sudah dibawa ke kampung halamannya di Desa Siabalabal.

Menurut Kepala Desa Siabalabal, Krisno Tampubolon, satu keluarga hangus terbakar ini baru pindah sekira tiga bulan yang lalu ke lokasi kebakaran.

Awalnya, korban bermitra dengan adik Krisno di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah merasa yakin dengan kemampuannya di bidang usaha bengkel, korban akhirnya membuka bengkel di tempat yang berbeda, tepatnya di lokasi kebakaran.

"Awalnya dia bersama dengan adik saya di Jakarta. Mereka buka bengkel di sana. Artinya, ia bekerja di tempat adik saya. Setelah itu, ia pindah ke tempat kejadian kebakaran itu," ujar Krisno Tampubolon pada Tribun-medan.com, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: BENGKEL HANGUS TERBAKAR, 5 Orang Tewas: John Tampubolon, Delma Br Simanjuntak, Darius, Ave, dan Lois

Menurut Krisno, dia sendiri mendapat kabar satu keluarga hangus terbakar dari adik kandungnya yang ada di Jakarta. 

Ia juga menyampaikan bahwa korban tersebut adalah sosok yang rajin pulang kampung untuk mengikuti acara kekeluargaan.

"Kalau ada acara keluarga di kampung kita ini, mereka biasanya pulang. Yang terakhir itu, mereka pulang sekitar tahun lalu," sambungnya.

Mendengar peristiwa tersebut, keluarga terpukul dan merasa sedih serta kehilangan.

"Keluarga pastinya sedih dan merasa kehilangan. Saat ini jenazah akan dimakamkan di kampung kita ini. Sesudah tiba jasadnya di sini, keluarga pun berbondong-bondong datang melihat dan menyampaikan peneguhan dan penghiburan kepada keluarga," ungkapnya.

"Kini sedang berlangsung acara pemakaman setelah kemarin jasad tersebut tiba dari Bandara Silangit," pungkasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved