Berita Sumut
MOMEN Edy Rahmayadi Ancam Copot PNS yang Terima Suap Usai Serahkan SK dan Pengambilan Sumpah
Edy Rahmayadi juga mengingatkan agar ASN tak terlibat politik praktis.
MOMEN Edy Rahmayadi Ancam Copot PNS yang Terima Suap Usai Serahkan SK dan Pengambilan Sumpah
TRIBUN-MEDAN.COM,BMEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak menerima suap dalam bentuk apapun selama menjabat.
Hal ini disampaikan Edy usai pengambilan sumpah 287 PNS dan penyerahan SK PNS, serta penyerahan SK Kenaikan Pangkat PNS Guru SMA/SMK di lingkungan Pemprov Sumut, Senin (18/4/2022), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.
"Enggak usah kau terima itu (suap), kalau dia susah wajib kau bantu. Begitu dia (Rakyat) melapor, kau tak bantu maka kau akan saya ganti, saya copot kalian," katanya.
Edy juga mengingatkan agar ASN tak terlibat politik praktis.
"Anda komunikasi dengan rakyat, jangan rakyat yang sibuk mencari kalian. Jangan coba-coba kalian berpolitik, politik kalian adalah membela rakyat,” katanya.
Eks Pangkostrad berharap, agar para guru ASN berinovasi dan bercita-cita menjadi kepala dinas dan mencapai puncak karir menjadi pejabat eselon I.
“Perlu kreativitas, perlu inovasi. Kalian juga harus memahami Tupoksi, saya minta kalian untuk mengantongi setiap hari job description, Tupoksi,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Faisal Arif Nasution usai acara yang dimintai keterangan mengatakan pelantikan PNS tersebut merupakan formasi seleksi di tahun 2019. Dari sekitar 14 ribu yang mengikuti seleksi terdapat 289 yang lulus, terdiri dari golangan 3 dan 2, yakni tenaga kesehatan, guru dan beberapa dinas yang membutuhkan.
"Di tahun 2020 terhitung 1 April diserahkan SK-nya. Mereka ini mengikuti seleksi yang begitu ketat. Namun yang kita serahkan SK pada hari ini 287 orang, karena satu orang meninggal dunia dan satu lagi mengundurkan diri," katanya.
Faisal mengatakan, yang dihasilkan dari seleksi 2019 ini adalah orang yang terbaik dan diharapkan kinerjanya nantinya bebas dari korupsi dan nepotisme, serta tetap menjaga kedisiplinan saat bekerja.
Hadir di antaranya Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Kaiman Turnip, Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Hulina Ginting dan lainnya.
(cr14/tribun-medan.com)