Berita Asahan
KISAH Nekat 3 TKI Menyebrang Laut dari Malaysia ke Indonesia dengan Speed Boat, Satu Orang Hilang
Kisah perjuangan tiga orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Asahan viral di sosial media.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Kisah perjuangan tiga orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Asahan viral di sosial media.
Unggahan yang dibuat oleh akun Wenz Irwan tersebut menceritakan kisah tiga orang PMI yang nekat mudik dari Selangor Malaysia menuju Asahan Indonesia dengan menggunakan speed boat membelah laut.
Dalam postingan tersebut tersebut, menceritakan kisah Ali, Mega, dan Wahyudi alias Nanang yang berangkat pada 12 April 2022 lalu beserta foto dan video saat speed boat yang ditumpangi berangkat menuju Indonesia.
Dalam ceritanya, speed boat yang ditumpangi ketiganya mengalami karam ditengah jalan akibat menabrak jaring pukat milik nelayan di perairan Malaysia.
Akibat hal tersebut, ketiganya beberapa hari terombang-ambing ditengah laut menggunakan pelampung.
Baca juga: Nomor Satukan Istri, Irwan Mussry Batalkan Semua Job saat Maia Estianty Dilarikan ke Rumah Sakit
Baca juga: Polisi yang Ditembak karena Peras Warga Kerap Jalani Sidang Kode Etik, Kompolnas: Pantas Dipecat!
Sementara Ali dan Mega yang merupakan suami istri berhasil diselamatkan oleh nelayan yang dibawa kembali Malaysia.
Sedangkan Nanang, sampai saat ini belum diketahui nasibnya.
Dalam video yang diunggah, terlihat ketiganya mengendarai speed boatnya sendiri untuk menyisir laut menuju Indonesia.
Ketiganya berdoa agar dalam perjalanan menuju Indonesia tidak ada halangan dan selamat sampai tujuan.
Saat hendak dikonfirmasi tribun-medan.com ke Wenz Irawan, kisah yang ditulisnya terus merupakan kisah nyata yang dialami ketiga rekannya.
"Kejadiannya benar kisah nyata. Kalau yang hilang ini masih saudara saya," kata Irawan.
Ia mengatakan, mendapatkan kabar tersebut pertama kali dari keluarga Ali dan Mega yang saat ini masih berupaya mencari sendiri keberadaan Nanang.
Ia mengaku ketiganya sudah pernah melakukan hal tersebut dan berhasil, maka mereka mencoba melakukannya kembali.
"Jadi kali ini mencoba mudik lagi, dan ternyata ada musibah," katanya.
Hal ini belum dilaporkan kepada pihak berwajib Malaysia, karena Ali dan Mega merupakan PMI yang tidak memiliki dokumen resmi.