News Video
Berkurangnya Pasukan Militer Rusia, Ukraina Dapat Pasokan Senjata dari AS dan Eropa
Para pemimpin politik Rusia dinilai terlalu memaksakan komando militernya yang tak masuk akal.
Rusia dan Ukraina disebut akan melakukan pertempuran sengit di medan perang sungai dan hutan.
TRIBUN-MEDAN.COM- Invasi Rusia ke Ukraina selama dua bulan menunjukkan semakin berkurangnya pasukan militer Rusia.
Tujuan utama Putin untuk menghancurkan Ukraina itu dinilai gagal.
Pasalnya, Rusia diketahui tak dapat menguasai serangan udara ke Ukraina.
Dikutip dari Kompas.com, Para ahli mengatakan, sikap Rusia semula menganggap remeh kekuatan perlawanan Ukraina.
Namun ternyata, Rusia gagal menguasai serangan udaranya.
“Mereka telah sangat meremehkan kekuatan perlawanan Ukraina,” kata para ahli
Para pemimpin politik Rusia dinilai terlalu memaksakan komando militernya yang tak masuk akal.
Pakar militer Rusia, Alexander Khramchikhin mengatakan, tentara Rusia mulanya akan disambut sebagai pasukan yang berhasil menguasai wilayah Ukraina.
"Mereka mengira tentara Rusia akan disambut sebagai pembebas seluruh Ukraina, kecuali wilayah di barat. Jelas bahwa komando militer Rusia tidak siap untuk perlawanan seperti itu dari pihak Ukraina," katanya.
Namun, komando militer Rusia tampak tak siap dengan perlawanan dari Ukraina.
Sehingga serangan yang dilakukan untuk menaklukkan kota tersebut belum juga berhasil.
Peneliti di Foundation for Strategic Research mengatakan hal serupa.
Rusia dinilai telah membuat kesalahan besar dengan mengerahkan pasukan darat tanpa mempertimbangkan pasukan udara.