Perang Rusia Ukraina

Selama Ini Bersekutu, China Menentang Rusia Gara-gara Ancaman Perang Dunia Ketiga

China merespons Rusia terkait pernyataan soal kemungkinan terjadi perang dunia . . .

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Kolase Tribun Medan/AP via Republicworld.com
Vladimir Putin, Xi Jinping dan Zelensky - 

Presiden Joe Biden mengatakan dalam sambutannya bulan lalu bahwa AS "tidak akan berperang melawan Rusia di Ukraina" karena konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia akan menjadi "Perang Dunia III, sesuatu yang harus kita cegah."

Baca juga: Terbongkar Rahasia Rossa saat Kediamannya Digerebek| Artis Terseret Kasus Penipuan Investasi DNA Pro

 Rusia Debat PBB soal Penggunaan Senjata Nuklir 

Kecamuk konflik antara Rusia dengan Ukraina masih berlangsung.

Invasi Rusia berlangsung sejak 24 Februari lalu.

Rusia pun semakin berani membenarkan tindakan invasinya ke wilayah Ukraina.

Teranyar, Rusia terlibat debat dengan PBB terkait penggunaan senjata nuklir.

Baca juga: BABAK BARU Kasus Mafia Minyak Goreng, Dua Pejabat Kemendag Diperiksa Polisi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (financial times)

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Moskow, Selasa (26/4/2022).

Keduanya membahas mengenai kemungkinan perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang berkonflik.

Baca juga: Selama Ini Bersekutu, China Menentang Rusia Gara-gara Ancaman Perang Dunia Ketiga

PERINGATAN Komandan NATO Akan Serangan Rusia ke Eropa, Harus Siap Perang Terburuk

Juga mengenai negosiasi yang terhenti serta ketidakpuasan Rusia kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Adapun, pertemuan itu dilakukan sebelum Guterres nantinya berunding langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Alasan Marko Simic Hengkang dari Persija Jakarta, Singgung Gaji tak Dibayar, Pemain Persib Prihatin

Baca juga: TERBONGKAR Pemicu Gagalnya Rusia Lumat Ukraina dalam Sekejap, Padahal Hanya Satu Faktor

Pertemuan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, pada Selasa (26/4/2022).
Pertemuan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, pada Selasa (26/4/2022). (AFP/ Maxim Shipenkov)

 

Dilansir Sky News, Lavrov menyatakan invasi ke Ukraina adalah seruan peringatan yang berbahaya bagi PBB.

Ia juga menuduh PBB berusaha mencoret aturan dasar dari piagamnya sendiri.

"Organisasi ini dibuat atas dasar persamaan kedaulatan negara," tambah Lavrov dikutip TribunWow.com, Rabu (27/4/2022).

Guterres menjawab bahwa pihaknya memahami Rusia memiliki sejumlah keluhan mengenai hubungan dengan negara tetangganya.

Namun ia mengingatkan kesalahan Rusia yang jelas-jelas melakukan penyerangan ke Ukraina.

Baca juga: Alasan Marko Simic Hengkang dari Persija Jakarta, Singgung Gaji tak Dibayar, Pemain Persib Prihatin

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved