Hukum Menikah

HUKUM Menikah dengan Sepupu, Berikut Penjelasannya Menurut Agama dan Kesehatan

Menikah dengan saudara sepupu sendiri bukanlah mahram, yang dimaksud adalah mahram keturunan, persusuan, dan perkawinan.

Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi menikah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen bagi seluruh umat muslim bersilaturahmi dengan keluarga hingga tetangga.

Biasanya pada momen ini sering dikaitkan dengan pertanyaan jodoh, tentunya membuat Tribuners kesal hingga tak jarang sampai menyukai sepupu sendiri.

Permasalahan menikah dengan sepupu sendiri masih tabu dan menjadi pro kontra, pasalnya hal ini ada yang memperbolehkan namun ada juga yang tidak memperbolehkan.

Sepupu merupakan hubungan kekerabatan antara anak-anak dari dua orang bersaudara atau bisa disebut dengan saudara satu nenek, misalnya keponakan dari ibu atau keponakan dari bapak.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi, Diet dan Kelola Stres

Lantas, Apa hukum menikah dengan Sepupu Sendiri ?

Menurut Asrorun Niam Sholeh sebagai Ketua Bidang Fatwa MUI, mengatakan bahwa “Sepupu perempuan (anak paman/bibi), baik dari bapak maupun ibu tidak termasuk yang diharamkan untuk dinikahi.”

Adapun yang tidak diperbolehkan untuk dinikahi atau yang disebut dengan “mahram”, disebutkan oleh Asrorun yaitu ibu, anak, saudara perempuan, dan keponakan.

Mahram adalah seorang perempuan atau laki-laki yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak diperbolehkan untuk menikah diantara keduanya.

Dalam Islam sudah diberikan petunjuk siapa saja yang diperbolehkan untuk dinikahi dan haram untuk dinikahi, hal ini tertera dalam surah An-Nisa ayat 23.

Allah SWT menyebutkan beberapa perempuan yang tidak diperbolehkan untuk dinikahi oleh laki-laki karena status mereka sebagai mahram.

Menikah dengan saudara sepupu sendiri bukanlah mahram, yang dimaksud adalah mahram keturunan, persusuan, dan perkawinan.

Allah SWT telah menegaskan dalam surah Al-Ahzab ayat 50 yang berfirman :

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari sadara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.”

Walaupun diperbolehkan untuk menikah dengan sepupu sendiri, ternyata hal ini berisiko untuk Kesehatan keduanya terutama untuk keturunannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved