Unjuk Rasa

BERBULAN-bulan Demo, Pengungsi Afganistan di Medan Sedih Tak Dapat Kerja dan Pendidikan

Sebanyak 360 pengungsi tinggal di 9 daerah pengungsian yang disediakan pemerintah. Mereka mulai berada di Kota Medan sejak tahun 2019 silam.

TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Pengungsi Afganistan sedang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung perwakilan UNHCR di jalan Imam Bonjol, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Pengungsi Afganistan kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor perwakilan United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR), Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (10/5/2022).

Aksi demonstrasi ini bukan kali pertama, melainkan bentuk protes yang mereka lakukan selama 7 bulan lamanya.

Satu di antara pengungsi Afganistan Muhammad Juma Mohsini mengatakan, terdapat 360 pengungsi Afganistan di Kota Medanyang kabur dari negeranya akibat konflik bersenjata.

Sebanyak 360 pengungsi tinggal di 9 daerah pengungsian yang disediakan pemerintah. Mereka mulai berada di Kota Medan sejak tahun 2019 silam.

"Sejauh ini ada 360 orang yang ada di Kota Medan dan tinggalnya di 9 lokasi yang berbeda di akomodasi yang ada di Medan. Kita sudah melakukan aksi damai itu sejak November 2021 dan sudah berhenti saat puasa dan tak akan berhenti sampai kami dapat apa yang kami tuntut," kata Juma.

Selama 7 bulan mengelar aksi massa mereka hanya menuntut agar negara negara ketiga mau menerima para pengungsi sebagai warga negaranya.

Melalui UNHCR, para pengungsi Afganistan meminta agar segera dikirim ke negara seperti, Amerika Serikat, Australia, dan Austria.

Kata Juma permintaan tidak lepas dari kekurangan akses kehidupan dasar yang mereka dapat selama berada di Indonesia.

Selain tinggal di posko pengungsi yang memiliki sarana terbatas, mereka juga tidak dapat bekerja, serta mendapatkan akses pendidikan.

"Kondisinya begini saja. Makan tidur, tidak boleh bekerja tidak boleh pendidikan dan kebebasan. Kita 24 jam diakomodasi saja. Dan pada saat ini kami kembali aksi lagi karena tuntutan kami ini mohon kembalikan kami ke negara ketiga. Karena di negera kami Afganistan saat ini tidak ada pemerintah, tidak ada hukum dan hak asasi manusia," kata Juma.

Namun sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pemindahan mereka ke negara ketiga.

Novizaldi selaku Kasubid Penindakan Keimigrasian di Kanwil Kumham Sumut mengatakan, sampai sejauh ini sudah 18 orang telah dipindahkan ke negara luar.

"Sebagai dari mereka ini sudah ditempatkan ke negara ke tiga tapi tidak seluruhnya. Seperti tahun lalu yang mengungusi sudah berkurang, itu ada orang sekarang tinggal 88 orang itu berarti yang di sana sudah mulai berkurang," kata dia.

Kendati demikian, Novizaldi mengatakan tidak semua pengungsi dapat dipindahkan melalui UNHCR ke negara negara ke tiga.

Pemerintah Indonesia sendiri kata dia, hanya dapat sebatas menyampaikan tuntutan tersebut melalui perwakilan lembaga kemanusiaan yang ada di Kota Medan.

"Sudah kita sampaikan ke UNHCR, dan sudah mulai ada merespons. Namun tidak semua, karena pengungsi ke negara ketiga (negara berkembang, red) itu terbatas," kata dia.

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved