News Video
Terjadi Pengkhianatan, Tentara Ukraina Mengaku Ditembaki Rekannya Sendiri
Tentara tersebut mengaku ditembaki dari belakang oleh sesama tentara Ukraina saat pertempuran berlangsung.
Insiden itu terungkap dalam penyelidikan kejahatan perang di Kota Bucha yang menewaskan 650 warga sipil.
TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang prajurit Ukraina menyebut terjadi pengkhianatan yang dilakukan oleh rekan-rekannya sendiri.
Tentara tersebut mengaku ditembaki dari belakang oleh sesama tentara Ukraina saat pertempuran berlangsung.
Hal itu disampaikan oleh seorang prajurit Ukraina saat diinterogasi oleh Militer Rusia.
Video interogasi tersebut kemudian diunggah ke Telegram Kementerian Pertahanan Rusia.
Ia mengatakan, para pengkhianat itu menembakinya menggunakan mortir hingga senapan mesin.
“Mereka menembak kita. Mereka menembaki kami dari belakang dengan mortir dan senapan mesin, melakukannya dengan saksama," tuturnya.
Tentara tersebut kemudian meminta kepada rekan-rekannya untuk meletakkan senjata dan pulang ke rumah.
Sementara itu, beberapa prajurit Putin yang ditangkap memberikan pengakuan yang mengejutkan.
Komandan Rusia ternyata memilih untuk membantai tentara mereka yang terluka daripada merawatnya di medan perang.
Tuduhan ini datang dari beberapa tentara Rusia yang tidak disebutkan namanya.
Ketika ditangkap oleh Ukraina, mereka dicecar tentang hal-hal yang mereka saksikan di medan perang.
Para prajurit ditampilkan dalam video 40 detik.
Insiden itu terungkap dalam penyelidikan kejahatan perang di Kota Bucha yang menewaskan 650 warga sipil.