News Video
Kabar Putin akan Dikudeta Makin Mencuat, Para Petinggi Rusia Bersiap Melarikan Diri
Pasalnya, sejak pertama kali invasi dimulai, militer Rusia tak kunjung membuahkan hasil dan menderita banyak kekalahan.
Menurut Grozev, hal itu merupakan bentuk penghianatan kepada Putin.
TRIBUN-MEDAN.COM - Isu kudeta untuk melengserkan Presiden Rusia, Vladimir Putin semakin mencuat ke permukaan.
Pasalnya, sejak pertama kali invasi dimulai, militer Rusia tak kunjung membuahkan hasil dan menderita banyak kekalahan.
Memperkuat isu tersebut, para petinggi Rusia dikabarkan telah mulai mencari cara untuk melarikan diri.
Seorang ahli Rusia, Christo Grozev yakin bahwa elit GRU dan FSB adalah yang paling mungkin untuk mencoba dan menggulingkan Putin.
GRU dan FSB sendiri merupakan badan intelejen Rusia.
Pasalnya, mereka dinilai lebih banyak tahu kebenaran dari apa yang terjadi di lapangan.
Para elite itu juga dikabarkan sudah mencari cara untuk memindahkan uang dan keluarga mereka ke luar negeri untuk mengantisipasi jatuhnya Putin.
Grozev mengatakan, bahwa tokoh senior di FSB, badan keamanan internal utama Rusia, dan di direktorat intelijen militer GRU, sedang mempersiapkan kehidupan setelah Putin lengser.
Disebutkan, bahwa FSB dan GRU mengetahui kenyataan bahwa negaranya menderita kekalahan dari Ukraina.
Invasi yang diinisiasi Putin itu pun dinilai mulai tak bisa lagi terkontrol.
"Mereka tahu bahwa situasi ini pada akhirnya akan lepas kendali." ujarnya.
Menyadari kondisi yang terjadi akan berbahaya untuk kedudukan Putin, para petinggi ini pun mulai melakukan persiapan.
Beberapa di antaranya bahkan telah merencanakan pelarian diri dan keluarganya berikut aset mereka ke luar Rusia.