Kabupaten Batubara
Limonam, Kue Khas Melayu dan Oleh-oleh dari Kabupaten Batubara yang Diolah Kekinian
Kue ini berbahan dasar kelapa, gula, dan tepung pulut pilihan serta sedikit garam dan dibuat dengan cara diadon dan dioven.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Bila Anda berlibur di Kabupaten Batubara yang terkenal dengan pantainya, nah, ada panganan yang bisa anda beli dan nikmati sepulangnya berlibur.
Namanya Limonam, kue dangai yang telah dikemas dengan topping dan isian berbagai rasa.
Bagi masyarakat lokal dan yang kerap melintas di Limapuluh, Kabupaten Batubara, tentunya sudah tidak asing lagi dengan kue dangai yang diproduksi dengan nama Limonam.
Baca juga: NIKMATNYA Mie Tarempa, Kuliner Khas Kepulauan Riau dengan Sensasi Kuah Segar & Taburan Ikan Tongkol

Kue dangai adalah kue khas masyarakat Melayu.
Kue ini berbahan dasar kelapa, gula, dan tepung pulut pilihan serta sedikit garam.
Kue ini dibuat dengan cara diadon dan dioven dalam waktu yang relatif singkat.
Istimewa pada Limonam, kue ini diberi beberapa topping rasa seperti coklat, tiramisu, strawbery, taro, greentea, atau cukup original saja.
Baca juga: Mie Gomak, Kuliner Medan yang Jadi Menu Favorit Saat Buka Puasa
Nah, Reporter Tribun Medan berkesempatan mewawancarai Haris Chandra, Owner Limonam dalam agenda Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) KPw Pematangsiantar, Rabu (18/5/2022).
Haris menyampaikan dirinya hanya ingin mengembangkan kue tradisional Melayu yang kian langka.
“Sudah hampir 4 tahun kita jual kue dangai. Ini kue khas Melayu. Kita jajakan masih sekitar Batubara. Namun pengiriman sudah sampai keluar negeri, Malaysia. Bahkan juga sudah sampai ke Indonesia Timur seperti Papua,” ujar Haris.

Haris menyampaikan, sangat tidak sah mengunjungi Kabupaten Batubara bila tak mencicipi kue dangai.
Kue dangai sudah menjadi oleh-oleh khas dari Batubara.
Haris menyebut, seharinya dia bisa memproduksi 50 kotak kue dangai Limonam dengan penjualan harian rata-rata 20-30 kotak.
Peningkatan pembelian bisa terjadi saat hari libur dan akhir pekan.
“Kalau sehari di outlet kita itu 20-30 kotak. Ada juga membeli di outlet lain, ya. Kita jual per kotak itu harganya terjangkau, Rp 25 ribu,” kata Haris.
(Alj/tribun-medan.com)