Seratusan CPNS Mengundurkan Diri, Terancam Denda hingga Rp 100 Juta, Berikut Daftar Instansinya

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap fenomena calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengundurkan diri, meski telah lolos seleksi tahun 2021.

Editor: Juang Naibaho
HO
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman saat menyerahkan SK pengangkatan kepada 196 lulusan CPNS bidang medis di di Ruang Rapat III Balai Kota, Jumat (8/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap fenomena calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengundurkan diri, meski telah lolos seleksi tahun 2021.

Angka CPNS mengundurkan diri cukup tinggi, mencapai seratusan orang dan tersebar di puluhan instansi baik pusat maupun daerah.

Terbanyak di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni 11 orang CPNS mengundurkan diri.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengatakan, mundurnya para CPNS yang telah dinyatakan lolos telah merugikan pemerintah.

Pasalnya, formasi instansi yang seharusnya telah terisi, kini menjadi kosong.

Kata Staya, alasan para CPNS itu mundur bermacam-macam.

Kendati demikian, ia tak mengungkap secara rinci alasan mundurnya para CPNS tersebut.

"Ya, alasannya macam-macam," ujar Satya, dilansir Kompas.com, Kamis (26/5/2022).

Baca juga: Enggak Punya Duit, Pemko Siantar Pilih Tidak Buka Penerimaan CPNS 2022

Baca juga: 30 Orang Jadi Tersangka Calo Seleksi CPNS, Ini 2 Modus Operandinya!

Selain itu, biaya yang harus digelontorkan negara pada saat penerimaan CPNS cukup besar.

Oleh karena itu, Satya menekankan bahwa para CPNS yang mengundurkan diri akan diberi sanksi.

Hal itu sesuai dengan ketentuan pada Pasal 54 ayat (2) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 27 Tahun 2021.

Di dalam beleid tersebut dijelaskan bahwa pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan mendapat persetujuan NIP, tapi mengundurkan diri, akan disanksi.

"Sanksi yang diberikan yakni tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya," tuturnya.

Satya memaparkan beberapa sanksi berupa denda di instansi masing-masing.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved