Buya Syafii Maarif Wafat

KABAR DUKA, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Berikut Profilnya

Saat berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan tanggal dan lokasi pemakaman Buya Syafii. 

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
Buya Syafii Maarif saat menyambut kedatangan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kabar duka, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif meninggal dunia.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan tanggal dan lokasi pemakaman Buya Syafii

Dalam keterangan resmi di website Muhammadiyah.or.id, Buya Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia pada hari Jumat  27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat, Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Buya Syafii Maarif.

“Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya,” tutur Haedar.

Buya Syafii adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia.

Buya Syafii pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute. 

Buya Syafii dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sejak Sabtu (14/5/2022) karena mengalami sesak nafas. Pada tanggal 18 Mei 2022, kondisi Buya Syafii sempat membaik. 

"Sudah ada perbaikan. Sudah enggak begitu sesak," ujar Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping dr Ahmad Faesol, dikutip dari Kompas.com. 

Buya Syafii Maarif meninggal dunia
Buya Syafii Maarif meninggal dunia (Kompas.com/Wijaya Kusuma)

Profil Buya Syafii Maarif

Buya Syafii Maarif adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-13 masa jabatan 1998-2005. 

Buya Syafii Maarif  lahir di Nagari Calau, Sumpur Kudus, Minangkabau pada 31 Mei 1935.

Ia lahir dari pasangan Ma'rifah Rauf Datuk Rajo Malayu, dan Fathiyah. 

Buya Syafii Maarif  meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jawa saat usia 18 tahun.

Buya memiliki banyak pengalaman kerja mulai dari buruh, penjaga toko, hingga guru, dosen, dan wartawan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved