TRIBUNWIKI
SOSOK Axel Violin, Pendidik dan Musisi Berbakat Medan, Pegang Prinsip Waktu Bukan Uang
Selain menjadi pendidik, Axel juga merupakan seorang musisi berbakat dari Kota Medan yang telah meraih banyak prestasi.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keberhasilan murid merupakan refleksi kesuksesan guru mendidiknya, itulah yang dikatakan sosok Axel Violin, seorang yang memiliki sejuta bakat dari Kota Medan.
Kegiatan sehari-hari Axel merupakan sebagai pengajar di Axelarry Student yang mengajarkan anak-anak mengenai olah vokal dan alat musik biola.
Selain menjadi pendidik, Axel juga merupakan seorang musisi berbakat dari Kota Medan yang telah meraih banyak prestasi.
Diceritakan oleh Axel, awal mula ia terjun ke dunia pendidik musik ketika ia menyadari dan melihat bahwa pendidikan dalam dunia gesek masih perlu dibenahi.
Baca juga: Warisan Krisdayanti Justru Jatuh Ke Tangan Sosok yang Tak Ada Hubungan Darah, Aurel dan Atta Syok
Oleh karena itu, karena ia terjun dalam dunia gesek maka dirinya sendiri lah yang harus menjadi pelopornya.
Axel mengatakan, pada tahun 2016 ia membangun sekolah Axelarry Student sampai kini telah menghasilkan anak-anak yang berprestasi bahkan ada yang telah melanjutkan pendidikan hingga keluar negeri, hal itu merupakan prestasi yang membuat ia bangga.
"Jadi ibaratnya meskipun saya tidak memiliki kesempatan itu, tetapi saya bisa menciptakan kesempatan itu kepada orang lain, itulah yang menurut saya bisa bermanfaat untuk banyak orang, " tuturnya.
Bagi Axel, karena murid adalah refleksi dari guru, sehingga bagaimana murid nya tampil diatas panggung seperti itulah gurunya mengajar anak-anaknya.
Dikatakannya, tetapi ada yang perlu digaris bawahi juga dalam hal mengajar yakni setiap murid harus diberikan pengalaman dan porsi yang sama.
Karena seorang pendidik harus bisa membedakan muridnya dari dua sisi, misalnya seorang murid sudah tercipta dengan talenta harus dibedakan dengan murid tercipta dengan kerja keras.
Diilustrasikan olehnya, ada beberapa anak yang ia ajarkan dan sangat cepat untuk menangkap pembelajaran namun cepat juga melupakan. Dan ada juga anak yang mungkin tidak terlalu cepat mengerti tetapi ketika dia sudah menangkap sesuatu hal, dia terus mengingatnya.
"Itu merupakan satu momen yang menurut saya sangat spesial karena tidak banyak murid yang seperti itu, " imbuhnya.
Disebutkannya, mengajarkan seni suara dan seni mengolah vokal kepada anak-anak di sekolah merupakan suatu anugerah bagi Axel.
Ketika ia diberikan oleh Tuhan talenta untuk bernyanyi, maka disitulah kesempatannya untuk mengajarkan anak-anak bernyanyi.
Karena bagi Axel, bernyanyi bukan hanya belajar dari segi teknikal saja tetapi juga belajar dari segi fundamental dan sisi akademis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Axel-Violin-Marthin-Yosua.jpg)