GG Allin Musisi Punk Rock Paling Gila
KISAH GG ALLIN Musisi Punk Rock yang Berani Tampil Gila, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja
Sepanjang kariernya, sosok bengal berkepala plontos GG Allin dikenal punya sikap brutal dan tak senonoh.
Akhirnya, Allin memutuskan menambahkan "Jeje" dalam nama panggungnya, tapi diubahnya menjadi "GG".
Perceraian orang tua dan bullying (perundungan) membuat Allin kecil menjadi liar, tak terkendali.
Hal ini semakin diperparah saat bersekolah di Concord High School di Vermont, Allin memulai karier sebagai drummer band punk rock.
Periode tahun 1977-1984, Allin pun tampil sebagai vokalis dan drummer dari unit punk rock bernama The Jabbers.
Pada dekade 80-an, Allin semakin beringas. Dengan ditemani zat-zat adiktif seperti heroin dan alkohol, dia semakin tak karuan di atas panggung.
Ritual wajib yang dilakukannya adalah menenggak obat pencahar sebelum manggung demi bisa membuang hajatnya.
Tingkah jorok ini terus dilakukannya, membuatnya memproklamirkan diri sebagai "the last true rock and roller".
Akibat konsumsi obat-obatan terus-menerus, ditambah perilakunya yang sering melanggar hukum, Allin seringkali ditangkap polisi.
Pertunjukannya sering mengakibatkan kerusakan besar.
Aparat kepolisian juga sering menghentikan aksi panggungnya.
GG Allin meninggal pada 1993 di usia 36 tahun karena overdosis heroin.
Kematiannya yang juga kontroversial, seolah sama seperti tingkahnya semasa hidup di mana aksi tak senonohnya bahkan lebih sering dibicarakan dibanding musiknya.(*)