Kunker ke Kabupaten Karo, Pangdam I/BB Mayjen Achmad Daniel Chardin Disematkan Marga Sebayang

Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Kamis (9/6/2022).

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / MUHAMMAD NASRUL
Pangdam I/BB Mayjen Achmad Daniel Chardin, dikenakan pakaian tradisional adat suku Karo, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Kamis (9/6/2022).

Dalam kunjungan kerjanya kali ini untuk menutup langsung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113.

Amatan www.tribun-medan.com, penutupan TMMD ini secara simbolis dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe.

Saat memasuki pendopo, Achmad yang didampingi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo disambut dengan tarian khas Karo.

Sebagai bentuk diterimanya di Kabupaten Karo, Achmad langsung diangkat menjadi keluarga besar suku Karo dengan disematkan marga.

Oleh tokoh adat, Achmad diberikan marga Sebayang yang juga sama dengan marga Bupati Karo yaitu Cory Sebayang.

"Sekarang nama bapak sudah menjadi Achmad Daniel Sebayang. Kami sangat menyambut bapak sebagai keluarga besar masyarakat Karo, bukan hanya yang ada di Kabupaten Karo saja, tapi juga di seluruh dunia," ucap tokoh adat Karo, Malem Ukur Ginting.

Untuk mempertegas sudah diangkatnya Achmad menjadi keluarga besar masyarakat Karo, ia juga diberikan pakaian adat khas Karo.

Seperti bulang-bulang atau penutup kepala bagi pria Karo, yang diartikan sebagai penobatan bagi pemimpin yang merupakan panutan di tengah-tengah masyarakat.

Kemudian, kain yang diselempangkan di bahu hingga ke bagian pinggang melambangkan jika ia merupakan pemimpin yang sudah dibebani tanggung jawab.

Selanjutnya, kain berwana merah yang diletakkan mengalungi bahu memiliki makna filosofi masyarakat Karo yaitu Rakut Si Telu.

"Yang berisikan kalimbubu, sembuyak senina, dan anak beru. Di mana bapak dalam menjalankan tugas harus adil dan bijaksana ke seluruh masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya, untuk kain yang dipakaikan di bagian bawah yang menutupi hingga ke lutut memiliki makna agar pemimpin saat menjalankan tugas tidak mendapatkan malu.

Selain itu, dapat menjaga pemimpin untuk selalu mendapatkan rasa hormat dari masyarakat.

"Dan satu lagi, Piso yang diletakkan di pinggang bapak itu untuk menambah semangat dalam menjalankan tugas dan menangkal tolak bala," Katanya.

Mendapatkan sambutan dan penghargaan dengan penyematan marga ini, Achmad mengaku sangat senang.

Ia mengatakan, dengan penyematan marga bagi dirinya ini dapat menambah kekeluargaan.

(cr4/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved