Lulusan St Thomas 1 Diharap Lebih Hebat dari Gubernur

"Saya yang tak sekolah di sini bisa jadi Gubernur. Jadi yang lulusan di sini, harus lebih hebat dari Gubernur," ungkapnya.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri acara pemberkatan sekaligus peresmian Gedung Sekolah SMP dan SMA Santo Thomas 1 Medan, di Lapangan SMP-SMA Santo Thomas 1, Jalan S. Parman Medan, Sabtu (11/6/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan Gedung SMP-SMA Santo Thomas 1, Jalan S Parman, Medan.

Saat memberikan sambutan, Edy pun menceritakan pengalamannya mendaftar di sekolah tersebut, setelah lulus SMP di tahun 1976. Namun dalam proses seleksi, ia tidak lulus, yang kemudian mendaftar di SMA Negeri 1 Medan.

"Saya sampat bertanya dahulu, hebat sekali sekolahan ini, saya tes tak lulus. Makanya setiap ada acara di Santo Thomas ini, atau saya ada kesempatan meninjau SMA, saya pasti datang ke tempat ini," ujarnya, Sabtu (11/6/2022).

Dengan seleksi tersebut, Edy menilai bahwa siapa pun yang diterima sekolah di Santo Thomas (Santomas), memiliki kecerdasan yang baik. Ia pun berharap lulusan sekolah Santo Thomas menjadi orang hebat melebihi gubernur.

"Saya yang tak sekolah di sini bisa jadi Gubernur. Jadi yang lulusan di sini, harus lebih hebat dari Gubernur," ungkapnya.

Baca juga: Berita Foto: Tim Basket Putra SMA Santo Thomas 1 Medan Melakukan Latihan di GOR UNPRI

Edy juga mengatakan, pendidikan di Indonesia masih memerlukan pembenahan, dari berbagai sisi seperti etika dan keilmuan. Namun ia meyakini bahwa sekolah Santomas memiliki kualitas yang baik dan menjadi dambaan banyak orang.

"Di sini tak memandang etnis, agama, walau pun di sini adalah sekolah Katolik. Dari dulu orang semua tahu," tambahnya.

Karena itu, ia berharap dengan kualitas didikan di Santo Thomas, lulusannya tetap berkualitas. Sehingga pesannya, agar hal itu dijaga dan dipertahankan.

"Banyak dunia pendidikan kita sudah tidak memegang integritas. Akhirnya hasilnya sangat diragukan. Mau dokter, teknik, sosial dan apa pun dia, objektifitas itu menjadikan keberhasilan di satu bangsa, provinsi, di mana pun," jelas Edy.

Selain itu, soal kepemimpinan, Edy menyebutkan bahwa pemimpin adalah orang yang mampu berdiri di depan. "Karenanya diperlukan kemampuan yang luar biasa," katanya.

Meski pun Edy mengaku kecewa karena tidak diterima di Santo Thomas, ia mengapresiasi peran sekolah ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. "Saya berharap lulusan Santo Thomas bisa menjaga kualitas, dan lebih baik lagi, cerdas, beretika dan memiliki jiwa kesatria," pungkasnya.

Sementara Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari seluruh pihak, termasuk para tokoh dan juga kehadiran Gubernur Edy Rahmayadi dalam peresmian gedung SMP-SMA Santo Thomas 1 Medan.

Menurutnya, pendidikan di sekolah ini bukan hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menanamkan kebijaksanaan bagi anak didik, dimana hal itu menjadi nilai tambah.

“Ini dimulai dari kita, pengurus, pembina, pengawas yayasan, guru hingga anak didik. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi, termasuk para alumni. Semoga kita bisa memajukan pendidikan kita, agar sekolah ini bukan hanya melahirkan orang cerdas, tetapi menanamkan nilai-nilai injili (Injil),” pungkas Uskup.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved